Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Festival Golo Koe 2026 yang akan berlangsung pada 10–15 Agustus mendatang menargetkan 50 ribu pengunjung. Ajang budaya dan religi ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga momentum memperkuat tata kelola pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari keamanan wisatawan, legalitas pelaku usaha, hingga pengembangan wisata religi Katolik.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan DISKORIA X Bincang Kepariwisataan di Kantor BPOLBF Labuan Bajo, Selasa (21/7/2026).
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, mengatakan Festival Golo Koe menjadi kesempatan untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Budaya Manggarai Tampil Lebih Dekat dengan Wisatawan di Festival Golo Koe 2026
"Menjelang Festival Golo Koe, diperlukan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan agar kesiapan destinasi, penyelenggaraan event, tata kelola pariwisata, hingga transformasi digital dapat berjalan baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, menyampaikan pemerintah menyiapkan aplikasi Gendang Mabar sebagai pusat informasi resmi bagi wisatawan.
Aplikasi tersebut menyediakan informasi destinasi, pemandu wisata, serta daftar travel agent dan tour operator yang telah terverifikasi. Sistem ini juga akan terintegrasi dengan Siorak untuk memastikan layanan wisata hanya diberikan oleh pelaku usaha yang memiliki legalitas.
Festival Golo Koe 2026 menjadi salah satu Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) yang dipilih Kementerian Pariwisata dari 110 event nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, serta menggerakkan sektor hotel, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Selain wisata budaya, pemerintah juga mengembangkan 12 titik wisata religi Katolik di Manggarai Barat yang akan terhubung dengan jalur wisata religi lintas Flores.
Seksi Publikasi dan Promosi Panitia Festival Golo Koe 2026, Heribertus Ratu, mengatakan festival tahun kelima ini mengusung tema semangat "Ziarah Komunal" sebagai simbol keharmonisan masyarakat Labuan Bajo yang multietnis dan lintas agama.
Berbagai atraksi budaya akan ditampilkan, mulai dari pertunjukan Caci oleh pelajar, teater budaya Manggarai, karnaval budaya, hingga pentas seni Nusantara. Seluruh kegiatan dipusatkan di Waterfront City Marina Labuan Bajo.
Melalui Festival Golo Koe 2026, pemerintah berharap Labuan Bajo semakin dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai destinasi yang kaya budaya, spiritualitas dan nilai persaudaraan masyarakat. (Iar)