Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Finalisasi Metode Kajian Volume Sampah Plastik di Tempat Wisata Alam Laut (TWAL) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk mendukung pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA) Universitas Nusa Nipa bekerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia tersebut berlangsung di Hotel Permatasari Maumere, Senin (20/7/2026).
Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan Universitas Nusa Nipa memaparkan hasil kajian yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah plastik berbasis bukti, partisipatif, kolaboratif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Tim Universitas Nusa Nipa merekomendasikan adanya sinergi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra lainnya melalui konsep quadruple helix untuk menciptakan inovasi pengelolaan sampah plastik.
Baca juga: Rektor Universitas Nusa Nipa Paparkan Program Konservasi Terumbu Karang di TWAL Maumere
Salah satu langkah yang disepakati adalah pengembangan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti paving block. Program ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir.
Selain sampah plastik, pengelolaan limbah organik juga diarahkan untuk diolah menjadi eco-enzym sebagai bagian dari pilot project pengelolaan sampah terpadu di Kota Maumere dan wilayah sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BNI menyatakan dukungan terhadap program TFCCA, termasuk pembiayaan usaha masyarakat pesisir, penyediaan tempat sampah melalui program CSR, serta dukungan terhadap pengembangan usaha berbasis sampah plastik.
Kolaborasi juga akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, Dinas Perikanan, KADIN Sikka, BUMDes, kelompok konservasi, serta Universitas Nusa Nipa untuk memastikan keberlanjutan program.
Selain pengelolaan sampah, kegiatan ini juga mendorong perlindungan ekosistem pesisir dan perikanan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat serta pengembangan inovasi lokal.
Seluruh metode pengumpulan data sampah plastik yang telah dipresentasikan disepakati untuk ditindaklanjuti dalam implementasi program TFCCA hingga selesai, termasuk replikasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block sebagai praktik baik bagi masyarakat luas. (ris)