Panduan Novena Medali Wasiat, Permohonan Rahmat khusus, Kesembuhan, hingga Pertobatan
Cornel Dimas Satrio July 21, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak panduan Novena Medali Wasiat untuk permohonan rahmat khusus, kesembuhan, pertobatan, dan penguatan iman.

Medali Wasiat identik dengan medali yang memuat gambar Santa Perawan Maria dengan bingkai oval yang berisi tulisan "O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu." 

Pada bagian belakangnya, medali menunjukkan huruf M besar, di atasnya terdapat salib dengan palang kecil di bawahnya. Lalu di bawah huruf M itu terdapat Hati Kudus Yesus yang dikelilingi mahkota duri dan Hati Maria tak bernoda yang tertusuk pedang.

Dalam kepercayaan Gereja Katolik, Novena Medali Wasiat biasanya didoakan selama 9 hari mulai 19 November sampai 28 November.

Pada 28 November inilah diperingati sebagai peringatan Santa Katarina Laboure, seorang biarawati yang dikenal atas penglihatannya mengenai Bunda Maria dan asal mula Medali Wasiat.

Mereka yang mendoakan Novena Medali Wasiat ini biasanya untuk memohon rahmat khusus, mukjizat kesembuhan, pertobatan, hingga penguatan iman.

Sejarah Medali Wasiat

Medali Wasiat memiliki sejarah panjang, berasal dari gelar yang diberikan kepada Santa Perawan Maria ketika Ia menampakkan diri kepada Suster Catherine Laboure  dari St. Vincent de Paul di Paris.

Melansir novenaprayer.com, Suster Catherine Laboure terbangun oleh seorang malaikat yang berdiri di ujung tempat tidurnya dan berkata, "Santa Perawan menunggu Anda." Peristiwa ini terjadi pada 18 Juli 1830.

Baca juga: Doa Novena Santa Anna, Pelindung Wanita, Kaum Ibu, dan Para Lansia

Suster Catherine kemudian mengikuti anak itu menuju kapel, lalu berlutut di depan altar dan menunggu. Ia mendengar suara kain berdesir sebelum melihat Bunda Maria datang dan duduk di kursi imam.

Suster Catherine segera menghampiri dan meletakkan tangannya di atas lutut Maria, mendengarkan selama berjam-jam ketika ia diberi petunjuk tentang bagaimana bersikap menghadapi berbagai ujian yang akan datang.

Maria menubuatkan Revolusi besar tahun 1830 di Prancis dan Perang Prancis–Prusia tahun 1860.

Bunda Maria juga menyampaikan kepada Suster Catherine tentang misi khusus yang diberikan Tuhan kepadanya serta berbagai tantangan yang akan dihadapi.

Maria meminta agar Catherine tidak menceritakan penampakan itu kepada siapa pun selain pengaku dosanya, Pastor Aladel.

Beberapa bulan setelahnya, Suster Catherine kembali mendengar suara kain berdesir saat berdoa di kapel bersama para biarawati lainnya.

Bunda Maria menampakkan diri berdiri di atas bola dunia sambil memegang bola kecil di atas salib, seolah-olah mempersembahkannya kepada Tuhan.

Ketika bola itu menghilang, Maria mengangkat tangannya yang dipenuhi permata. Dari sebagian permata memancar sinar cahaya, yang dikatakan sebagai lambang rahmat yang akan diberikan kepada semua orang yang memintanya. Permata yang tidak memancarkan sinar melambangkan rahmat yang belum diminta.

Sebuah bingkai oval mengelilingi sosok Maria dengan tulisan huruf emas: "O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu."

Ketika bingkai itu berputar, di bagian belakang tampak huruf "M" yang di atasnya terdapat salib dengan palang kecil di bawahnya, serta di bawahnya terdapat Hati Kudus Yesus yang dikelilingi mahkota duri dan Hati Kudus Maria yang tertusuk pedang.

Maria meminta Catherine untuk membuat medali sesuai model tersebut dan menyebarkan devosi kepada medali itu ke seluruh dunia.

Kisah tentang kesembuhan dan pertobatan yang terjadi melalui medali itu membuatnya dikenal sebagai "Medali Mukjizat."

Novena Medali Wasiat

Ya Santa Perawan Maria yang dikandung tanpa dosa, Bunda Tuhan kami Yesus dan Bunda kami,
dengan mengandalkan perantaraanmu yang berdaya kuasa dan tak pernah sia-sia, sebagaimana begitu sering terbukti melalui Medali Wasiat,
kami anak-anakmu yang terkasih dengan penuh kepercayaan memohon kepadamu untuk memperolehkan bagi kami rahmat dan pertolongan yang kami mohonkan dalam novena ini,
asal bermanfaat bagi jiwa-jiwa kami yang fana, dan jiwa-jiwa yang kami doakan.

(Sebutkan permohonan).

Engkau tahu, ya Maria, betapa sering jiwa kami menjadi sanctuarium Putramu yang benci akan dosa. Sebab itu, sudi perolehkanlah bagi kami kebencian mendalam akan dosa dan kerinduan akan kesucian hati yang akan mengikatkan kami kepada Tuhan semata sehingga setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kami terarah demi kemuliaan-Nya yang terlebih lagi.

Perolehkanlah juga bagi kami semangat doa dan penyangkalan diri agar dengan penitensi kami dapat memulihkan kembali apa yang telah hilang akibat dosa dan pada akhirnya sampai ke tempat tinggal abadi di mana engkau adalah Ratu para malaikat dan manusia. Amin.

"O Maria, yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung padamu." (3x)

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.