Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi diusung kalangan kiai dan pengurus Nahdlatul Ulama di Jawa Timur sebagai calon Ketua Umum PBNU di forum Muktamar NU di Tambakberas, Kabupaten Jombang, akhir Agustus mendatang.
Keputusan tersebut resmi diambil pasca pertemuan antara PWNU Jatim bersama PCNU se-Jawa Timur di Kantor PWNU Jatim pada Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Kiai Pengasuh Ponpes Darul Ulum Rejoso Usulkan Wajah Baru Pimpin PBNU, Akhiri Konflik Internal
Gus Kikin dinilai layak untuk dicalonkan sebagai ketum PBNU karena juga merupakan Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang.
"PWNU Jatim menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz untuk menjadi kandidat ketua umum PBNU di Muktamar ke-35," kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Abd Matin Djawahir, saat ditemui seusai pertemuan.
Gus Kikin sendiri bukan orang baru di kalangan NU.
Ia adalah seorang ulama dan pebisnis Indonesia asal Jombang, Jawa Timur.
Gus Kikin adalah putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.
Dari jalur ibu, Gus Kikin diketahui adalah cicit KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU.
Keputusan mengusung Gus Kikin ditegaskan adalah resmi kesepakatan organisasi.
Dan bukan merupakan aspirasi pribadi maupun perorangan.
Beberapa kali rapat digelar sebelum keputusan diambil bulat.
PWNU juga membantah bahwa keputusan ini karena keinginan pribadi dari Gus Kikin.
Kiai Matin menegaskan bahwa seluruh PCNU menyambut baik keputusan untuk menugaskan Gus Kikin sebagai kandidat Ketum PBNU.
"PCNU se-Jawa Timur sejumlah 45 PCNU, alhamdulillah dengan semangat dan sepakat bersama-sama PWNU satu barisan untuk mengusung," tandasnya.
PWNU Jatim menegaskan bahwa dukungan terhadap Gus Kikin memiliki berbagai pertimbangan utama.
Menurut Kiai Matin, alasan pertama adalah komitmen Gus Kikin untuk mengembalikan Qonun Asasi NU.
Qanun Asasi NU adalah kitab aturan dasar atau landasan konstitusional yang disusun oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari.
Kitab ini menjadi ruh, pedoman berpikir, dan ikrar moral bagi seluruh warga NU dalam berorganisasi, bermasyarakat, dan bernegara.
Dalam berbagai kesempatan, Gus Kikin memang menyuarakan hal ini.
"Kedua, Gus Kikin ingin membawa Nahdlatul ulama dalam pengelolaan jamiyah yang sejuk, tidak gaduh, penuh dengan suasana ukhuwah," jelas Kiai Matin.
Selain itu, alasan ketiga adalah Gus Kikin dinilai sudah memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola berbagai organisasi.
Baik organisasi ke-NU-an, kepesantrenan hingga organisasi bisnis.
"Beliau memiliki persyaratan yang lengkap dan juga sudah ikut kaderisasi," ucapnya.
Lalu pertimbangan lain adalah Gus Kikin dinilai sudah mapan secara ekonomi.
"Urusan ekonomi sudah sangat kuat. Jadi tidak ada rumus ingin hidup di NU. Tapi rumusnya adalah ingin menghidupkan Nahdlatul Ulama. Karena sudah purna purna ekonomi," tandas Kiai Matin.