Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang beberapa waktu lalu.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan dan penguatan penerapan instrumen lingkungan hidup serta pelaksanaan strategi Kementerian Lingkungan Hidup yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten (Aulasetdakab) Aceh Tamiang, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan itu melibatkan jajaran pemerintah daerah, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sumatera Bidang Wilayah I, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta guru dari sekolah penerima penghargaan Adiwiyata.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang, Tengku Surya Sutrisna, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Menurutnya, banjir bandang yang baru saja melanda Aceh Tamiang menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan yang dapat memperbesar dampak bencana.
"Intinya mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Apalagi daerah kita baru saja dilanda banjir bandang, sehingga kita harus lebih mawas diri dalam menjaga lingkungan," ujar Tengku Surya.
Baca juga: Harga Beras Premium di Aceh Tamiang Bertahan Tinggi, Pemulihan Sawah Menjadi Solusi
Ia menjelaskan, kehadiran Pusdal LH Sumatera Bidang Wilayah I, perwakilan SKPK, serta para guru sekolah Adiwiyata diharapkan mampu memperluas penyebaran edukasi lingkungan, terutama di lingkungan pendidikan.
Tengku Surya berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan bersama.
Sementara itu, perwakilan Pusdal LH Sumatera Bidang Wilayah I, Ardinata, menekankan pentingnya penerapan instrumen lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.
Ia mengajak masyarakat Aceh Tamiang untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan, mulai dari menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, hingga mengawasi pemanfaatan sumber daya alam.
"Pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar lingkungan tetap terjaga dan mampu mengurangi risiko bencana di masa mendatang," kata Ardinata.
Penguatan edukasi lingkungan menjadi salah satu langkah penting bagi Aceh Tamiang yang kini masih menjalani proses pemulihan pascabanjir bandang.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat mitigasi bencana melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik.