TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Manggala Ahmad bersama jajaran RT/RW Kelurahan Batua memanen sayur paria hasil program urban farming di Jalan Batua Raya 9 Lorong 5, Sabtu (18/7/2026).
Belasan buah paria dipanen dalam kegiatan tersebut.
Paria merupakan sayuran buah merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) yang dikenal dengan bentuknya yang bergerigi dan rasanya yang pahit.
Panen paria tersebut turut dihadiri jajaran RT/RW dan warga setempat.
Ketua RW 006 Kelurahan Batua, Padu Dg Liong mengatakan, program urban farming tersebut dikelola secara bersama-sama oleh pengurus RT, RW, dan warga.
Menurutnya, selain paria, sejumlah jenis tanaman juga dikembangkan di lahan seluas 20 are. Di antaranya kacang, cabai, pakcoy, dan timun.
"Ini pengelolaannya sama-sama. Ada paria, kacang, lombok, pakcoy, dan timun," katanya, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, program urban farming di wilayahnya mulai dikembangkan sejak Januari 2026.
Untuk tanaman paria, Padu menyebut proses pertumbuhannya relatif cepat. Tanaman tersebut mulai menunjukkan hasil setelah sekitar dua hingga tiga pekan.
"Kalau sudah berbunga, paling dua minggu prosesnya sudah besar, sudah bisa dipanen," jelasnya.
Pemantauan dan perawatan tanaman dilakukan secara rutin oleh warga dan pengurus RT/RW.
Padu menyebut, didirikan posko di sekitar lokasi urban farming sebagai tempat berkumpul sekaligus memantau kondisi tanaman.
"Kita setiap sore kumpul di sana, menyiram tanaman. Kadang juga kita acara makan-makan," katanya.
Ia menambahkan, setiap kali panen, hasilnya dibagikan kepada warga.
Sebagian hasil panen juga dijual dan uangnya digunakan kembali untuk membeli pupuk serta obat hama.
"Kadang juga ada yang beli, hasilnya itu kita pakai buat membeli pupuk dan obat hama lagi," ujarnya.
Padu berharap kegiatan urban farming tersebut dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak warga.
Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan kerja sama antara pengurus RT/RW dan masyarakat agar lahan yang tersedia dapat terus dimanfaatkan dan menghasilkan.
"Butuh bantuan pemerintah juga. Kami kemarin sampaikan ke Pak Camat bahwa kami butuh timbunan tanah untuk meratakan, sehingga pengelolaannya ke depan bisa lebih berkembang lagi," jelasnya.