Besarnya Paria Hasil Urban Farming Warga Batua Makassar
Imam Wahyudi July 21, 2026 11:07 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Manggala Ahmad bersama jajaran RT/RW Kelurahan Batua memanen sayur paria hasil program urban farming di Jalan Batua Raya 9 Lorong 5, Sabtu (18/7/2026).

‎Belasan buah paria dipanen dalam kegiatan tersebut.

‎Paria merupakan sayuran buah merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) yang dikenal dengan bentuknya yang bergerigi dan rasanya yang pahit.

‎Panen paria tersebut turut dihadiri jajaran RT/RW dan warga setempat.

‎Ketua RW 006 Kelurahan Batua, Padu Dg Liong mengatakan, program urban farming tersebut dikelola secara bersama-sama oleh pengurus RT, RW, dan warga.

‎Menurutnya, selain paria, sejumlah jenis tanaman juga dikembangkan di lahan seluas 20 are. Di antaranya kacang, cabai, pakcoy, dan timun.

‎"Ini pengelolaannya sama-sama. Ada paria, kacang, lombok, pakcoy, dan timun," katanya, Selasa (21/7/2026). 

‎Ia menjelaskan, program urban farming di wilayahnya mulai dikembangkan sejak Januari 2026.

‎Untuk tanaman paria, Padu menyebut proses pertumbuhannya relatif cepat. Tanaman tersebut mulai menunjukkan hasil setelah sekitar dua hingga tiga pekan.

‎"Kalau sudah berbunga, paling dua minggu prosesnya sudah besar, sudah bisa dipanen," jelasnya.

‎Pemantauan dan perawatan tanaman dilakukan secara rutin oleh warga dan pengurus RT/RW.

‎Padu menyebut, didirikan posko di sekitar lokasi urban farming sebagai tempat berkumpul sekaligus memantau kondisi tanaman.

‎"Kita setiap sore kumpul di sana, menyiram tanaman. Kadang juga kita acara makan-makan," katanya.

‎Ia menambahkan, setiap kali panen, hasilnya dibagikan kepada warga.

‎Sebagian hasil panen juga dijual dan uangnya digunakan kembali untuk membeli pupuk serta obat hama.

‎"Kadang juga ada yang beli, hasilnya itu kita pakai buat membeli pupuk dan obat hama lagi," ujarnya.

‎Padu berharap kegiatan urban farming tersebut dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak warga.

‎Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan kerja sama antara pengurus RT/RW dan masyarakat agar lahan yang tersedia dapat terus dimanfaatkan dan menghasilkan.

‎"Bu­tuh bantuan pemerintah juga. Kami kemarin sampaikan ke Pak Camat bahwa kami butuh timbunan tanah untuk meratakan, sehingga pengelolaannya ke depan bisa lebih berkembang lagi," jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.