TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sejumlah warga Malanu Pasir, Distrik Sorong Utara, panik saat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di areal Gunung Kali Ampat, Waterpump, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh TribunSorong.com, sejumlah warga mulai mendapat kabar terkait titik api muncul di area perkebunan warga di Gunung Aduh Mama, sekitar pukul 12.00 WIT, Selasa (21/7/2026).
Jhon Martinus (49) seorang warga Malanu mengatakan, peristiwa tersebut mulai sejak pukul 12.16 WIT, siang dan berlanjut ke sore.
"Kita kaget karena api berkobar hingga warna merah dari arah gunung pukul 17.20 WIT, hingga pukul 18.03 WIT," ujar Jhon kepada TribunSorong.com di areal Malanu Sorong.
Baca juga: BREAKING NEWS: Karhutla Landa Gunung Kali Ampat Sorong, Puluhan Petugas Gabungan Diterjunkan
Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Jalan Misool, Dugaan Sementara Berasal dari Pembakaran Sampah
Peristiwa karhutla sudah sering terjadi, namun kali ini termasuk parah dan besar, sebab api hampir merambat ke rumah warga.
Jhon menyebutkan awalnya muncul api di Gunung Aduh Mama, kemudian berlanjut ke Gunung Kali Ampat, dan belakang Komplek Waterpump Sorong.
"Kejadian ini sudah sering, karena gunung ini sambung menyambung sampai ke areal belakang Komplek Sorpus Sorong," katanya.
"Gunung-gunung ini juga banyak ditumbuhi rumput ilalang, sehingga mudah terbakar."
Pihaknya berharap, persoalan ini bisa diatasi oleh petugas, sebab sebagian rumah warga berada tepat di areal bawah gunung.
Baca juga: Pemerintah Kota Sorong Salurkan Bantuan dan Pendampingan pada 102 Korban Kebakaran di Jalan Misool
Kronologi
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Gunung Kali Ampat Malanu, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh TribunSorong.com, sejumlah warga mulai mendapat informasi soal titik api sekitar pukul 12.00 WIT, Selasa (21/7/2026).
Api diduga pertama kali muncul dari area perkebunan warga di Gunung Aduh Mama sekitar pukul 12.00 WIT.
Kobaran api kemudian terus merambat dan membesar hingga menjangkau wilayah Gunung Kali Ampat.
Memasuki malam hari sekitar pukul 18.00 WIT, kobaran api yang berwarna kuning kemerah-merahan semakin terlihat jelas.
Hingga pukul 20.48 WIT, puluhan petugas TNI-Polri, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi.