TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Kabupaten Jember menjadi salah satu dari 10 daerah di Indonesia yang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Selasa (21/7/2027).
Melalui festival ini, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem usaha mikro dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu tempat, mulai dari akses pembiayaan, perluasan pasar, pendampingan usaha, hingga pengurusan legalitas usaha.
Jember Masuk 10 Lokasi Festival UMKM Nasional
Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM yang juga menjabat Deputi Bidang Kewirausahaan, Riza Damanik, mengatakan penyelenggaraan festival tahun ini hanya berlangsung di 10 daerah di Indonesia. Untuk wilayah Jawa Timur, Kabupaten Jember dipilih sebagai tuan rumah.
Baca juga: Kolaborasi BEC dan SFC Dongkrak UMKM Banyuwangi, Business Matching Tembus hingga Rp 1,22 Miliar
"Tahun ini digelar di 10 tempat di Indonesia, termasuk di Jawa Timur yang ditempatkan di Kabupaten Jember," ujar Riza.
Ia menjelaskan, festival tersebut bertujuan mendekatkan ekosistem usaha produktif kepada pelaku UMKM agar lebih mudah memperoleh akses pembiayaan, pasar, serta jaringan usaha.
Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan terbukanya peluang pasar agar usaha mikro dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Ini merupakan program utama dari Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan, juga pasar. Karena keduanya saling berkaitan. Akses pembiayaan tanpa pasar akan menyulitkan pelaku UMKM," tambah Riza.
Baca juga: Perputaran Ekonomi Festival Muharram Bondowoso Capai Rp 3 Miliar, Omset UMKM Terdongkrak
Kementerian Dorong Pelaku UMKM Ikut Program Inkubasi
Riza juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember yang dinilai aktif mendorong pemberdayaan UMKM.
Ia berharap program tersebut mampu mempercepat pertumbuhan usaha mikro, khususnya yang dikelola perempuan.
Selain itu, Riza mendorong para pelaku UMKM mengikuti program inkubasi bisnis. Saat ini terdapat 754 lembaga inkubator yang bekerja sama dengan Kementerian UMKM untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.
Baca juga: Pemkab Pasuruan Roadshow Sertifikasi Halal Gratis, Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
Menurutnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah lembaga inkubator terbanyak di Indonesia.
"Dan Jawa Timur ini yang terbanyak lembaga inkubatornya. Jadi sebaiknya pelaku usaha kecil menengah dan mikro ikut dalam inkubasi, karena selama ini yang ikut inkubasi risiko gagalnya kecil. Dan juga saya tegaskan sekali lagi, kepada yang datang hari ini, jangan sampai pulang kalau belum punya NIB, karena hari ini di lokasi ini juga ada layanan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha)," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Pasuruan Roadshow Sertifikasi Halal Gratis, Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
Bupati Jember: Festival Jadi Kehormatan bagi Daerah
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi kepada Kementerian UMKM yang telah memilih Jember sebagai lokasi penyelenggaraan festival tingkat nasional tersebut.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi pengakuan terhadap peran Jember sebagai daerah yang diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor informal.
"Tentu sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Jember karena tidak semua kabupaten bisa ditempati. Dan hari ini Jember, sebagai simbol kabupaten yang didesain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi khususnya sektor informal, hari ini dipercaya menjadi tempat untuk mengadakan festival ini," ujar Fawait.
Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro diikuti ratusan pelaku UMKM, yang sebagian besar merupakan perempuan pelaku usaha.
Mereka memperoleh akses informasi dan layanan pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan, termasuk Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.
Salah seorang peserta, Yuni Suryaningsih, pelaku UMKM asal Kecamatan Ajung, menyampaikan harapannya agar memperoleh tambahan modal usaha setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Selain layanan pembiayaan, festival juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung usaha, seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, sertifikasi jaminan mutu, Standar Nasional Indonesia (SNI), pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, hingga bazar produk UMKM lokal sebagai sarana promosi dan perluasan pasar.