TRIBUNBATAM.id, LINGGA – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Singkep kembali menyebabkan banjir di Lorong Fajar, Kelurahan Dabo, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (21/7/2026). Genangan air kembali merendam rumah-rumah warga, memperpanjang persoalan yang mereka sebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Bagi warga, banjir kali ini bukan lagi kejadian luar biasa. Mereka mengaku sudah berkali-kali mengalami kondisi serupa setiap kali hujan deras turun. Yang membuat mereka semakin kecewa, berbagai kunjungan pejabat selama ini dinilai belum berujung pada solusi nyata.
"Sudah banyak pejabat datang ke sini, tapi tidak ada perubahan juga, tidak ada tindakannya," ungkap salah seorang warga.
Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Aulia. Air meluap hingga masuk ke seluruh bagian rumah, mulai dari halaman, teras, ruang tamu, dapur, hingga kamar tidur.
Ketinggian air bahkan mencapai betis orang dewasa, membuat aktivitas keluarga lumpuh dan memaksa mereka beraktivitas di tengah genangan.
Karena banjir datang berulang, Aulia dan keluarganya kini memiliki kebiasaan baru setiap kali hujan turun. Berbagai perabot rumah tangga disimpan di tempat yang lebih tinggi agar tidak kembali rusak diterjang air.
Warga berharap pemerintah tidak lagi hanya datang untuk meninjau lokasi, tetapi segera menghadirkan langkah konkret agar banjir yang terus berulang setiap musim hujan dapat diatasi secara permanen.
Menurut warga, kondisi tersebut sudah menjadi rutinitas setiap kali curah hujan meningkat.
Aulia mengatakan, persoalan banjir di Lorong Fajar bukanlah kejadian baru.
Ia menyebut pemerintah telah lama mengetahui kondisi tersebut, namun hingga kini belum ada langkah penyelesaian yang mampu mengatasi genangan secara permanen.
"Sampai sekarang belum ada solusi. Pemerintah sudah tahu dari dulu karena kondisi ini sudah bertahun-tahun, tapi memang mereka tak berbuat," ujarnya kepada Tribunbatam.id.
Ia menjelaskan, genangan biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk surut setelah hujan berhenti.
Selama air masih menggenang, warga tidak dapat beraktivitas secara normal karena seluruh ruangan rumah dipenuhi air.
Aulia juga meminta pemerintah turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi drainase di kawasan tersebut.
Menurutnya, terdapat bangunan dapur milik salah satu rumah yang berdiri di atas saluran drainase, sehingga diduga menghambat aliran air dan memperparah banjir saat hujan deras.
"Entah sampai kapan seperti ini, kondisinya semakin buruk," ucapnya.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan kajian dan mengambil langkah konkret agar banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi beban masyarakat setiap musim hujan.
Hingga banjir merendam permukiman warga pada Selasa siang, belum terlihat adanya pejabat maupun instansi terkait yang datang meninjau lokasi terdampak.
Warga berharap keluhan yang telah disampaikan selama bertahun-tahun dapat segera ditindaklanjuti, dengan perbaikan sistem drainase dan penanganan menyeluruh agar banjir tidak terus berulang. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)