TRIBUNJAKARTA.COM - Cinta Quran Foundation bersama Yayasan Masjid Nusantara merealisasikan pembangunan masjid perdana dalam Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna.
Proses pembangunan diawali melalui peletakan batu pertama Masjid Ar-Rahman di Kampung Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Ahad (19/7/2026).
Langkah tersebut menjadi bukti percepatan realisasi amanah para wakif yang telah mempercayakan donasinya melalui Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna.
Komitmen wakaf yang terkumpul setara dengan pembangunan 40 masjid senilai Rp20 miliar.
Peletakan batu pertama di Aceh Tamiang dihadiri Dewan Pembina sekaligus Founder Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim, CEO Yayasan Masjid Nusantara Pras Purworo.
Ada juga Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Senior Vice President Dana, Jasa, dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah Mia Rahma Amalia, Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Muhammad Fikri Hudaya, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Founder Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim mengatakan, realisasi pembangunan dalam waktu singkat menjadi bentuk keseriusan lembaga dalam menjaga amanah para wakif.
"Alhamdulillah, cuma butuh waktu satu minggu dari acara Amazing Muharram, langsung kita tunaikan amanah itu semua," ujar Fatih Karim, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2026).
"Kami hadir di Aceh Tamiang untuk memulai pembangunan Masjid Ar-Rahman, masjid pertama dari target 99 masjid yang akan didirikan di seluruh Indonesia," ungkapnya.
"Kecepatan ini mematahkan anggapan bahwa komitmen donasi butuh waktu lama untuk direalisasikan. Niat baik yang disambut aksi cepat akan melahirkan keberkahan bagi umat," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat terus mendukung gerakan wakaf tersebut.
"Masjid adalah pusat kawah candradimuka keimanan. Rumah kedua kita, tempat pulang dan pamit sebelum diantar menghadap Allah SWT. Dari masjid kita bangkit. Bismillah, mari terus dukung program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna ini," tambahnya.
Masjid Ar-Rahman, yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Babuttakwa, dipilih sebagai proyek pertama karena proses pembangunannya sempat terhenti akibat bencana alam. Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar belum bisa memanfaatkan masjid secara maksimal.
Melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Syariah, pembangunan masjid kembali dilanjutkan agar dapat segera difungsikan sebagai pusat ibadah dan kegiatan masyarakat.
Meski pelaksanaannya berlangsung cepat, penentuan lokasi pembangunan tetap melalui proses seleksi yang komprehensif oleh Yayasan Masjid Nusantara sebagai mitra pelaksana.
Tim melakukan asesmen terhadap berbagai aspek, mulai dari kelayakan pembangunan, tingkat kebutuhan masyarakat, riwayat kondisi lokasi, potensi pemanfaatan masjid, hingga kesiapan warga untuk memakmurkan rumah ibadah tersebut.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap dana wakaf benar-benar memberikan manfaat yang luas sekaligus tepat sasaran.
Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna tidak hanya berorientasi pada pembangunan maupun renovasi rumah ibadah di daerah terpencil, kawasan terdampak bencana, serta wilayah yang minim fasilitas keagamaan.
Setiap masjid nantinya akan menggunakan salah satu nama Asmaul Husna sebagai identitas sekaligus pengingat akan sifat-sifat Allah SWT.
Program ini juga dirancang untuk membangun ekosistem dakwah yang berkelanjutan melalui pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan akidah, kegiatan dakwah, hingga pusat aktivitas sosial dan kemanusiaan, termasuk pengelolaan kurban dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid.
Hingga peletakan batu pertama Masjid Ar-Rahman dilaksanakan, penghimpunan dana telah mencapai pembiayaan untuk 61 masjid dari target 99 masjid yang direncanakan di berbagai wilayah Indonesia.
Cinta Quran Foundation masih membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas, maupun perusahaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan 38 masjid lainnya melalui berbagai skema wakaf, baik wakaf penuh, wakaf kolektif, wakaf parsial, maupun kolaborasi CSR.
Melalui program ini, Cinta Quran Foundation menegaskan komitmennya menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya melalui program dakwah di luar negeri seperti Jepang, Kanada, dan Australia, tetapi juga dengan memperkuat syiar Islam hingga ke berbagai pelosok Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Baca juga: Warga Rusunawa Marunda Diedukasi Cara Aman Menggunakan Gas Bumi untuk Cegah Risiko Kebocoran
Baca juga: Firdaus Oiwobo Soroti Kasus Rocky Martin Napitupulu, Singgung Hotman Paris dan Proses Penyelidikan
Baca juga: Siasat Licik Pemuda Pelaku Tawuran Maut di Koja, Tunggu Patroli Selesai Buat Bentrok dengan Lawannya