TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Warga penghuni Rusunawa Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mendapat edukasi mengenai penggunaan gas bumi yang aman, Selasa (21/7/2026).
Edukasi tersebut diikuti pengurus lingkungan dan warga penghuni Rusunawa Marunda sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan gas bumi yang aman.
Ini juga upaya dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sales and Operation Region (SOR) II melalui Area Jakarta dalam memperkuat budaya penggunaan gas bumi yang aman melalui Program Edukasi Safety Berlangganan Gas Bumi.
Adapun edukasi tersebut bekerjasama dengan Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) II Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta.
Dalam kegiatan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan instalasi gas bumi sesuai prosedur, cara mengenali indikasi kebocoran, hingga langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.
General Manager PGN Sales and Operation Region II, Iwan Yuli Widyastanto mengatakan, di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek keselamatan penggunaan energi di lingkungan permukiman, pihaknya terus mendorong peningkatan literasi pelanggan.
Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami penggunaan gas bumi secara benar, mengenali potensi risiko sejak dini, serta mengetahui langkah yang tepat apabila menghadapi kondisi darurat.
"Selain memastikan keandalan penyaluran gas bumi, kami juga berupaya membangun kesadaran pelanggan agar penggunaan gas bumi berlangsung secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab," ucap Iwan, Selasa (21/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai penggunaan instalasi gas bumi sesuai prosedur, pembagian tanggung jawab pemeliharaan instalasi antara PGN dan pelanggan, cara mengenali indikasi kebocoran secara sederhana, serta langkah tanggap darurat apabila tercium bau gas.
Pelanggan juga diperkenalkan dengan berbagai kanal layanan PGN, seperti PGN Mobile, fitur Catat Meter Mandiri, WhatsApp Business PGN, serta Pertamina Call Center 135 yang siap melayani selama 24 jam.
"Kami ingin setiap pelanggan memahami cara menggunakan gas bumi dengan benar, mengenali potensi risiko sejak dini, serta mengetahui langkah yang tepat apabila menghadapi kondisi darurat," kata Iwan.
"Budaya keselamatan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh pihak, termasuk pelanggan," sambung dia.
Ia menambahkan, sinergi antara PGN, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan edukasi.
Sehingga praktik penggunaan gas bumi yang aman dapat diterapkan secara konsisten di berbagai lingkungan pelanggan.
Area Head PGN Jakarta, Mohammad Makki Nuruddin menjelaskan, edukasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui pendekatan preventif.
Melalui edukasi berkelanjutan dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat tercipta budaya penggunaan gas bumi yang aman.
"Dengan pemahaman yang baik, potensi gangguan dapat dicegah maupun ditangani secara lebih cepat dan tepat," kata Makki.