Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Garda Pemuda (GP) NasDem Prananda Surya Paloh mengatakan bahwa pemuda bukanlah merupakan objek politik yang hanya dimanfaatkan saat Pemilu saja, melainkan harus agent of change dan juga agen restorasi.

Dia mengatakan bahwa bangsa Indonesia sedang memasuki periode bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara hati-hati agar tidak justru menjadi bencana demografi. Maka dari itu, pemuda harus menjadi penggerak dan katalis bonus demografi dengan berkontribusi tanpa pamrih.

"Kita perlu belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain yang saat ini sudah pada tahapan matang dan maju. Mereka berhasil mengkonversi potensi bonus demografi menjadi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya," kata Prananda saat sambutan pembukaan Kongres II dan HUT Ke-15 GP NasDem di Jakarta, Selasa.

Dalam dua tahun ke depan, menurut dia, Indonesia akan memasuki 100 tahun Sumpah Pemuda. Namun sayangnya, dia menilai masih ada persaingan antar sesama kaum pemuda, padahal musuh bersama adalah kemiskinan, kebodohan, dan lain-lain.

"Bangsa yang berdaulat tidak akan maju tanpa pemuda yang mandiri dan kapabel. Pemuda yang menaruh ego individualismenya di belakang demi kepentingan kolektif selalu hadir dalam setiap pergolakan zaman," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengatakan bahwa Gerakan Pemuda NasDem adalah sumber regenerasi lahirnya para pemimpin.

Maka dari itu, GP NasDem harus bisa merumuskan langkah dan menjembatani antara partai dengan kelompok pemuda.

Dia mengatakan kompetisi politik ke depan akan semakin keras karena masing-masing partai politik memiliki agenda untuk mempertahankan dan menambah kursi di parlemen. Maka dari itu, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Siapa yang bisa menarik hati para pemuda, maka itulah yang bisa nanti mendapatkan apa kompetisi dengan baik. Dan Garda Pemuda Nasdem saya yakin akan menjadi jembatan komunikasi yang baik antara partai dengan generasi muda yang ada di Indonesia," kata Saan.