Piala Dunia 2034: Edisi Pertama yang Diperluas dan Diselenggarakan oleh Satu Negara
Hendra Wijaya July 22, 2026 03:12 AM

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim, dengan Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat berbagi tugas sebagai tuan rumah bersama.

Turnamen berikutnya pada tahun 2030 juga akan digelar di beberapa negara, dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama. Namun, tiga pertandingan akan tetap dimainkan di Amerika Selatan.

Untuk memperingati 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia, Uruguay, Paraguay, dan Argentina masing-masing akan menjadi tuan rumah untuk satu pertandingan, sekaligus membuka jalan bagi Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah tunggal pada tahun 2034.

Hal ini menjadikan Arab Saudi sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah tunggal untuk turnamen Piala Dunia versi diperluas.

Masih harus dilihat apakah negara tersebut akan memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk melaksanakan tanggung jawab besar ini tepat waktu untuk kompetisi 2034, mengingat sejumlah stadion yang diusulkan belum selesai dibangun.

Salah satunya adalah Stadion Internasional Raja Salman yang berkapasitas 92.000 penonton, yang dijadwalkan selesai pada tahun 2029.

Saat ini, pekerjaan pembangunan stadion yang berlokasi di ibu kota Riyadh itu belum benar-benar dimulai, meskipun diharapkan akan dimulai sebelum akhir tahun ini.

Namun, stadion tersebut hanyalah satu dari 10 stadion baru yang harus dibangun antara sekarang hingga dimulainya turnamen. Dari 10 stadion tersebut, pembangunan baru dimulai pada tiga di antaranya, sehingga masih banyak pekerjaan konstruksi yang harus diselesaikan sebelum tahun 2034.

Selain itu, lima stadion yang sudah ada juga membutuhkan renovasi besar agar sesuai dengan standar dan janji yang disampaikan Arab Saudi dalam proposal penawaran tuan rumah mereka.

Saat ini, turnamen Piala Dunia 2034 belum memiliki tanggal mulai yang pasti, dan banyak pihak memperkirakan bahwa penyelenggaraannya dapat kembali dipindahkan ke musim dingin, seperti yang terjadi pada edisi 2022 di Qatar, guna menghindari suhu ekstrem di musim panas kawasan Timur Tengah.

Meski masih delapan tahun lagi, penyelenggaraan Piala Dunia 2034 sudah menuai kontroversi dan kritik dari berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia.

Pada Mei 2025, organisasi FairSquare dan Human Rights Watch melaporkan kematian sejumlah pekerja migran, termasuk akibat pemenggalan, tersengat listrik, dan jatuh dari ketinggian. Mereka juga menuduh otoritas Arab Saudi gagal melindungi para pekerja dari kematian yang dapat dicegah, tidak menyelidiki insiden di tempat kerja, serta tidak memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.