Identitas 7 Korban Ledakan di Komplek Grand Polonia, 4 Orang Selamat, 3 Meninggal
Salomo Tarigan July 22, 2026 07:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Insiden ledakan yang terjadi di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, di Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) kemarin menyisakan duka mendalam.

Akibat ledakan yang diduga bersumber dari kebocoran gas bumi ini, menyebabkan tujuh orang menjadi korban. 

Dari ketujuh orang ini, lima di antaranya merupakan penghuni rumah seperti orangtua, istri, anak, dan pekerja rumah tersebut.

Sementara dua lainnya, yakni seorang kurir pesanan daring, dan juga seorang sopir yang berada tak jauh dari lokasi tersebut. 

Ledakan di Perumahan Grand Polonia mengakibatkan sedikitnya tujuh orang menjadi korban, satu meninggal dan dua belum dipastikan kondisinya.
Ledakan di Perumahan Grand Polonia mengakibatkan sedikitnya tujuh orang menjadi korban, satu meninggal dan dua belum dipastikan kondisinya. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Berikut identitas sementara para korban yang terdampak peristiwa ledakan di komplek perumahan mewah ini. 

Korban selamat: 

1. Jeavelin sorang anak berusia dua tahun

2. Hasan, yang diketahui merupakan orangtua pemilik rumah

3. Seorang sopir yang belum diketahui identitasnya

4. Yuda, kurir yang saat kejadian sedang mengantarkan paket

Korban meninggal dunia:

 1. Jesika, wanita yang merupakan istri pemilik rumah

2. Ros, Asisten Rumah Tangga rumah tersebut

3. Sinta, wanita yang bekerja sebagai babbysitter

KAPOLRESTABES MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (kanan)
KAPOLRESTABES MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak (kanan) (TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan hingga Selasa (21/7/2026) petang tadi tim gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban.

Dari ketiga korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, seluruhnya dievakuasi setelah tertimbun reruntuhan di lantai dua. 

"Seluruhnya kita temukan di lantai dua. Puji Tuhan, semua korban sudah berhasil ditemukan," ujar Calvijn. 

Sejauh ini, Calvijn mengungkapkan pihaknya masih tetap berada di lokasi untuk melakukan screening terakhir. Yang ditujukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman.

Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan korban yang tertimbun di reruntuhan rumah mewah yang meledak, di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026). Korban kedua yang tertimpa reruntuhan bangunan ini, ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung dilarikan ke RS Columbia Asia menggunakan mobil ambulans sekitar pukul 15.45 WIB.
Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan korban yang tertimbun di reruntuhan rumah mewah yang meledak, di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026). Korban kedua yang tertimpa reruntuhan bangunan ini, ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung dilarikan ke RS Columbia Asia menggunakan mobil ambulans sekitar pukul 15.45 WIB. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Hendy Tak Kuasa Tahan Tangis 

Ledakan yang terjadi di Komplek Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) kemarin meninggalkan duka mendalam.

Setelah dilakukannya evakuasi seluruh korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah mewah itu, total korban mencapai tiga orang. 

Ketiganya yakni Jesika yang merupakan istri pemilik rumah ditemukan oleh tim gabungan pada Selasa (21/7/2026) dini hari sekita pukul 02.20 WIB.

LEDAKAN RUMAH MEWAH - Hendry, abang kandung salah satu korban ledakan rumah mewah di Komplek Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, menatap lirih ke dalam komplek tempat adiknya bekerja, Selasa (21/7/2026). Pria yang mengenakan sweater berwarna hitam ini mengaku, terakhir kali berkomunikasi dengan sang adik kemarin siang.
LEDAKAN RUMAH MEWAH - Hendry, abang kandung salah satu korban ledakan rumah mewah di Komplek Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, menatap lirih ke dalam komplek tempat adiknya bekerja, Selasa (21/7/2026). Pria yang mengenakan sweater berwarna hitam ini mengaku, terakhir kali berkomunikasi dengan sang adik kemarin siang. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Selanjutnya korban kedua yakni Ros, seorang ART di rumah tersebut yang ditemukan sekitar pukul 15.45 WIB.

Terakhir, Sinta yang merupakan babbysitter di rumah itu yang ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB. 

Tak hanya bagi keluarga pemilik rumah, duka mendalam tentunya dirasakan betul oleh keluarga dua pekerja di rumah mewah yang porak-poranda akibat ledakan ini.

Salah satunya, Hendry yang mengaku merupakan keluarga kandung dari Sinta babbysitter di rumah itu. 

Kata Hendry, adiknya sudah berkerja di rumah tersebut selama kurang lebih enam bulan terakhir. Dimana, adiknya bekerja di sana sebagai penjaga anak atau babbysitter. 

"Adik saya si Sinta, kerja di sini jadi babbysitter sudah lebih enam bulan inilah," ujar Hendry. 

Pemuda yang mengenakan baju berwarna hitam itu, tampak terduduk di sekitar depan gerbang komplek berpagar tinggi ini.

Sesekali, terdengar suara senggugukan keluar dari bibirnya, mengingat adiknya yang sudah tak lagi terdengar kabarnya sejak kemarin sore. 

Katanya, meskipun bekerja di rumah mewah itu adiknya tetap berkomunikasi dengan lancar kepada keluarga.

Menurut pengakuannya adiknya itu selalu berkomunikasi saat jam-jam istirahat. 

"Adik saya biasanya kalau dia istirahat jam-jam 1, jam 2 dia telepon. Tapi semalam kok tiba-tiba mati HPnya. Semalam jam 2 terakhir kontekan, terus habis itu aku cek lagi jam 6, enggak aktif lagi dia," ungkapnya. 

Sambil mengingat momen terakhir berkomunikasi dengan mendiang sang adik, Hendry megaku terakhir kali telfonan dengan adiknya itu kemarin siang.

Saat itu ia berkomunikasi melalui sambungan telepon bertiga bersama sang ibu. 

"Dia telepon bareng mama dulu, kan. Terus karena aku lagi kampus, enggak ku angkat telfonnya," katanya. 

Saat itu, ia sempat menanyakan kepada sang adik melalui pesan singkat alasannya telfon sambung tiga dengan orangtuanya.

Karena tidak ada hal yang mendesak, ia mengaku tak lagi berkomunikasi dan berencana akan kembali memberi kabar adiknya saat petang. 

"Aku cek lagi kenapa dia, katanya enggak apa-apa. Terus jam 6 ku cek lagi dia, biasanya jam 3 ditelepon balik sama adikku. Habis ini enggak ada lagi diteleponnya sampai sekarang," ucapnya. 

Pria yang tinggal di kawasan Kecamatan Medan Tuntungan ini mengaku, pertama kali mendapatkan kabar terkait peristiwa ini dari aplikasi pesan singkat.

Katanya, ia melihat story pesan singkat dari kerabatnya yang menyebarkan informasi terkait peristiwa ini. 

"Baru tau tadi kejadiannya sekitar jam 1, masih santai aja tadi," katanya. 

Saat itu, karena sejak kemarin sore ia dan orangtuanya tak bisa berkomunikasi dengan sang adik ia sempat diminta mencoba menelfon sang adik.

Namun, karena tak kunjung mendapatkan jawaban ia langsung menuju ke lokasi adiknya bekerja.

 Jenazah korban, dikabarkan telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk penanganan lebih lanjut.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.