Saksi Sebut Brigadir Eko Minum Miras Bersama 4 Rekan Sesama Polisi Sebelum Ditemukan Tewas di Kos
Dewi Agustina July 22, 2026 08:21 AM


TRIBUNNEWS.COM, MUARA SABAK - Sejak ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) lalu, penyebab kematian Brigadir Eko Winarno Saputra hingga kini masih misteri.

Brigadir Eko Winarno Saputra ditemukan meninggal dunia di rumah kos di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Baca juga: Hasil Visum Jenazah Brigadir Eko, Anggota Polres Tanjabtim Ditemukan Tewas di Kos

Desa Talang Babat merupakan salah satu desa di Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Jarak dari Desa Talang Babat ke pusat pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Kantor Bupati di Muara Sabak) sekitar 7 km melalui jalan darat.

Terdapat sejumlah luka lecet dan memar pada tubuh Brigadir Eko.

 

KARANGAN BUNGA - Karangan bunga di jalan lingkungan rumah duka almarhum Brigadir Eko Winarno Saputra di Jalan Pertabas, Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Selasa (21/7/2026). Eko Winarno Saputra ditemukan meninggal dunia di rumah kos di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
KARANGAN BUNGA - Karangan bunga di jalan lingkungan rumah duka almarhum Brigadir Eko Winarno Saputra di Jalan Pertabas, Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Selasa (21/7/2026). Eko Winarno Saputra ditemukan meninggal dunia di rumah kos di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. (Tribun Jambi/Rifani Halim) (Tribun Jambi/Rifani Halim)

 

Pengakuan Saksi, Brigadir Eko Diduga Konsumsi Minuman Keras

Dari keterangan sementara para saksi, Brigadir EWS diketahui mengonsumsi minuman keras bersama empat rekannya di sebuah rumah indekos.

Empat rekannya itu juga merupakan anggota Polri.

Hasil pemeriksaan awal, setelah dalam kondisi mabuk berat, Brigadir EWS keluar dari kamar dengan langkah sempoyongan. 

Baca juga: Polisi Tewas Tertabrak Truk di Tol JORR Pondok Pinang Jakarta Selatan saat Bantu Kendaraan Mogok

Ia diduga terjatuh dan membentur tiang jemuran.

"Korban minum minuman keras bersama empat anggota Polri. Saat mabuk berat, dia keluar, sempoyongan lalu terjatuh mengenai tiang jemuran. Rekannya kemudian menolong dan melihat korban mengeluarkan busa," ujar Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun setibanya di rumah sakit, Brigadir EWS dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolres menegaskan, kronologi tersebut masih sebatas hasil keterangan awal dari para saksi dan belum menjadi kesimpulan penyidik.

"Ini kronologi masih berdasarkan keterangan para saksi, sehingga belum menjadi kesimpulan akhir penyidik," kata Kapolres Tanjabtim.

Hingga saat ini, seluruh dugaan terkait penyebab kematian Brigadir EWS masih terus didalami oleh penyidik.

Terkait luka lecet dan memar pada tubuh korban yang diduga akibat tindak kekerasan, kepolisian menegaskan penyebab kematian masih dalam tahap penyelidikan.

Ade Candra mengatakan, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pasti kronologi dan penyebab meninggalnya Brigadir Eko.

"Baru dugaan, masih dalam proses penyelidikan. Sekarang kami masih memeriksa saksi untuk mengetahui kronologinya," kata Ade Candra, Selasa (21/7/2026).

Hasil Visum 

Berdasarkan hasil visum sementara, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Luka-luka tersebut berupa lecet dan memar yang terdapat di beberapa bagian tubuh, termasuk pelipis, tangan, dan kaki.

"Ada luka lecet, memar di pelipis, kemudian di kaki dan tangan juga ada. Makanya ini masih kami dalami apakah ada dugaan kekerasan fisik atau penyebab lainnya," jelas Kapolres.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah luka-luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau merupakan akibat korban terjatuh.

AKBP Ade Candra menegaskan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, terbuka, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mendalami hasil visum.

"Masih dalam proses penyelidikan. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi," ujar AKBP Ade.

Selain itu, kepolisian juga masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan, termasuk hasil autopsi apabila dilakukan atas permintaan keluarga.

Minta Jenazah Diautopsi

Keluarga Brigadir Eko Winarno Saputra mengaku menemukan sejumlah kejanggalan terkait kematian korban.

Pihak keluarga melihat adanya luka di beberapa bagian tubuh ketika jenazah dipulangkan ke rumah duka.

Keluarga meminta agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian Brigadir EWS sekaligus menjawab berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Keluarga berharap hasil autopsi dapat memberikan kepastian ilmiah mengenai penyebab meninggalnya korban serta mencegah munculnya berbagai spekulasi. 

Duka Keluarga

Sementara itu rumah duka Brigadir Eko Winarno Saputra di Jalan Pertabas, Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi dipenuhi para pelayat.

Saat Tribun Jambi mendatangi rumah duka pada Selasa (21/7/2026) siang, bendera kuning masih terpasang di halaman rumah.

Sejumlah papan ucapan belasungkawa dari para perwira Polres Tanjung Jabung Timur juga terlihat berjajar di lokasi.

Pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan kepada awak media.

Seorang pria yang diduga merupakan ayah Brigadir Eko meminta awak media menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Maaf, kami belum bisa memberikan informasi, mungkin besok," ujarnya.

Kasus Diambil Alih Polda Jambi 

Terkini kasus tewasnya Brigadir EWS ditangani langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.

Kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari Kapolda Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan Kapolda Jambi telah menginstruksikan agar penyelidikan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

"Untuk hal ini Pak Kapolda menjadi atensi, memerintahkan untuk segera dilakukan proses penyelidikan."

"Saat ini Polres Tanjabtim dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut," ujar Erlan, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, penanganan perkara telah diambil alih oleh Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum.

Tim gabungan bersama Polres Tanjabtim saat ini masih mengumpulkan berbagai fakta untuk mengungkap penyebab kematian Brigadir EWS.

"Perkara ini menjadi atensi. Saat ini penanganannya ditarik ke Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Jambi," katanya.

Dalam proses penyelidikan, penyidik telah meminta keterangan dari lima orang saksi.

Namun, kepolisian belum mengungkap hasil pemeriksaan maupun kronologi lengkap karena penyelidikan masih berlangsung.

"Kronologi kejadian nanti akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan yang dilakukan tim gabungan," ucap Erlan.

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Brigadir EWS di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Hasil autopsi tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penyebab kematian korban.

"Terhadap jenazah korban sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi. Nanti kita tunggu hasilnya yang disampaikan oleh dokter yang menanganinya," kata Erlan.

Dugaan Kekerasan dari Oknum Polisi

Erlan menegaskan apabila dalam penyelidikan ditemukan dugaan keterlibatan oknum anggota Polri dalam kasus tersebut, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

"Apabila nanti ada keterkaitan atau keterlibatan anggota Polri, kami akan bertindak tegas," ujarnya.

Penulis: (Rifani Halim/Srituti Apriliani Putri)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.