Dinkes Manokwari Pacu Pencegahan Kecacatan 507 Penderita Kusta
Marius Frisson Yewun July 22, 2026 07:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mencatat sebanyak 507 penderita kusta masih menjalani penanganan sepanjang tahun 2026.

Angka tersebut menempatkan Manokwari sebagai salah satu daerah dengan beban kasus kusta yang tinggi dan membutuhkan penanganan serius.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, menjelaskan jumlah tersebut berasal dari pendataan di seluruh puskesmas yang tersebar di wilayah dengan populasi sekitar 234.416 jiwa.

Baca juga: Muluskan Proyek Jalan 135 Km di Merauke, Saksi Mengaku Tak Tahu Dokumen Pelepasan Kawasan Hutan

“Kasus kusta yang tercatat terdiri dari tipe PB (Paucibacillary) dan MB (Multibacillary), baik laki-laki maupun perempuan,” ujar Alexander, Selasa (20/7/2026).

Ia menambahkan, angka tersebut masih jauh dari target eliminasi nasional yang menetapkan prevalensi kurang dari satu kasus per 10.000 penduduk.

“Dinas Kesehatan terus memfasilitasi puskesmas dalam penemuan kasus, penyediaan obat, hingga pengobatan bagi penderita agar kasus kusta dapat ditekan,” katanya.

Alexander menekankan pentingnya penemuan kasus sedini mungkin agar penderita segera mendapatkan pengobatan sebelum penyakit berkembang dan menimbulkan kecacatan.

Baca juga: Sidang PTUN Jayapura Memanas, Pejabat Merauke Ngaku Tak Tahu Pembangunan Jalan 50 Km Sudah Berjalan

Ia juga memastikan ketersediaan obat kusta tetap terjamin melalui sistem distribusi logistik kesehatan sehingga seluruh penderita dapat memperoleh pengobatan gratis.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, dr. Mince Willi, mengimbau masyarakat agar tidak takut maupun malu memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada kusta.

“Gejala awal biasanya berupa bercak pada kulit yang berubah warna atau mati rasa. Kalau ada gejala seperti itu, segera datang ke puskesmas. Jangan takut, pengobatan tersedia dan diberikan gratis,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan ASN dan Warga Nabire Jalani Deteksi Dini Kesehatan Jelang HUT Papua Tengah

Mince menegaskan, keterlambatan pengobatan berisiko menimbulkan kecacatan permanen bahkan komplikasi lebih berat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat segera memanfaatkan layanan kesehatan terdekat apabila menemukan gejala kusta pada diri sendiri maupun anggota keluarga.

“Semakin cepat ditangani, peluang sembuh semakin besar dan risiko kecacatan bisa dicegah. Yang terpenting, obat kusta tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.