BANGKAPOS.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina pada Rabu, 22 Juli 2026 masih belum mengalami perubahan.
Harga yang berlaku saat ini masih mengacu pada penyesuaian yang diberlakukan sejak 1 Juli 2026, di mana Pertamina menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Sementara itu, harga Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan Biosolar tetap dipertahankan.
Perbedaan harga BBM di sejumlah daerah di Indonesia masih dipengaruhi oleh biaya distribusi dan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing wilayah.
Meski demikian, hingga hari ini belum ada pengumuman resmi mengenai penyesuaian harga terbaru.
Sebagai informasi tambahan, harga BBM subsidi nasional seperti Pertalite tetap Rp10.000/liter dan Biosolar tetap Rp6.800/liter di seluruh Indonesia.
Sebagai acuan, untuk wilayah Jawa, harga BBM yang berlaku adalah:
Sementara di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara, harga BBM nonsubsidi dapat berbeda menyesuaikan wilayah distribusi. Namun, hingga Rabu (22/7/2026), tidak ada perubahan harga dibandingkan daftar yang berlaku sejak awal Juli.
Sebagai contoh harga BBM Pertamina di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari ini, Rabu, 22 Juli 2026 adalah sebagai berikut:
Perlu diingat bahwa harga BBM nonsubsidi di atas merupakan pembaruan yang berlaku efektif sejak awal bulan dan dapat bervariasi mengikuti kebijakan penyesuaian di masing-masing provinsi.
PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya harga minyak mentah dunia (ICP/Crude Oil), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta biaya distribusi dan operasional.
Penyesuaian harga tersebut mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Untuk periode Juli 2026, Pertamina melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Langkah ini diambil karena adanya perubahan pada komponen pembentuk harga, terutama perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Sementara itu, harga Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan Biosolar tidak mengalami perubahan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tetap dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Karena itu, perubahan harga yang dilakukan Pertamina hanya berlaku untuk jenis BBM nonsubsidi sesuai mekanisme pasar dan regulasi yang berlaku.
(Bangkapos.com)