TRIBUNBANTEN.COM - Berikut informasi tentang profil Nanik S Deyang yang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) hari ini, Rabu (22/7/2026).
Belum genap dua bulan, setelah menjabat sebagai Kepala BGN sejak Selasa (2/6/2026) lalu, menggantikan Dadan Hindayana yang tersandung kasus korupsi.
Tampaknya, Nanik S Deyang memilih mundur dari jabatan tersebut karena alasan tertentu.
Baca juga: Mantan Wartawan Kini Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Kabur Saat Ditanya Soal Anggaran Motor Listrik
Profil Nanik S Deyang
Nanik Sudaryati Deyang atau dikenal sebagai Nanik S Deyang merupakan sosok perempuan yang memiliki rekam jejak panjang di dunia media dan organisasi politik.
Perempuan kelahiran 3 Januari 1968 itu dikenal sebagai mantan jurnalis yang aktif mengangkat isu sosial, ekonomi, hingga politik nasional.
Karier jurnalistiknya dimulai di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Selain itu, Nanik juga pernah menjadi pimpinan media di Kelompok Media Peluang (KMP).
Pada Pemilihan Presiden 2019, Nanik dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto terus berlanjut hingga dirinya dipercaya masuk dalam lingkar pemerintahan.
Pada Oktober 2024, Nanik dilantik menjadi Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029.
Kemudian, pada 17 September 2025, Presiden Prabowo kembali melantik Nanik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/P Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2025.
Saat pelantikan, Nanik bersama pejabat lainnya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” demikian bunyi sumpah jabatan yang dibacakan Presiden Prabowo dan diikuti para pejabat yang dilantik.
Selain aktif di pemerintahan, Nanik S Deyang juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna PT Pertamina (Persero) tertanggal 12 Juni 2025.
Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Nanik S Deyang dikabarkan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Pengunduran diri Nanik S Deyang diketahui dari unggahan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui Instagram resminya.
Menurut keterangan yang ditulis Dirgayuza, Nanik S Deyang mempunyai alasan tersendiri sehingga memutuskan untuk mundur dari posisi Kepala BGN.
Dirgayuza menjelaskan Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo karena ingin fokus untuk menjalani pengobatan jantung.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Saya mengenal Bu Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Selama lebih dari satu dekade, ada satu hal yang tidak pernah berubah: beliau tak pernah bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi kesulitan," tulis Dirgayuza pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dirgayuza juga memberikan apresiasi atas gebrakan Nanik selama menjadi bagian dari BGN.
"Dari mengungkap kasus Wilfrida Soik hingga menggagas becak listrik bagi pengayuh becak lansia, keberpihakannya selalu kepada mereka yang sering tak terlihat.
Karakter itu pula yang dibawanya ke BGN. Dalam sekitar satu setengah bulan memimpin, Bu Nanik membongkar berbagai persoalan dan meletakkan fondasi reformasi: mengevaluasi hampir 28.000 SPPG, mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh, menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.
Beliau memahami bahwa MBG bukan sekadar program makan bergizi, melainkan investasi masa depan bangsa sekaligus penggerak ekonomi petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, dan UMKM," sambungnya.
Selain itu, Dirgayuza juga berharap Nanik menjalani pengobatan dengan baik dan kembali pulih.
"Dulu saya menulis tentang sepatu kets Bu Nanik yang selalu dipakainya meninjau dapur dan sekolah. Hari ini, ibu bersepatu kets itu pamit sejenak.
Presiden meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN. Saya yakin, setelah pulih, beliau akan kembali dengan semangat yang sama—kritis, peduli, dan tetap “cerewet” demi anak-anak Indonesia.
Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu," tutupnya.