Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengusulkan dua jembatan dan tiga ruas jalan, masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan jalan dan jembatan tersebut berada di Lombok dan Sumbawa.
"Kalau jembatan kebanyakan di Sumbawa yang rusak akibat bencana, kalau ruas jalan itu ada di Kebon Ayu-Lembar dan di ruas Sampungu-Bajo Kabupaten Bima," kata Jaya, Rabu (22/7/2026).
Jaya mengatakan usulan perbaikan ruas jalan dan jembatan ini masuk IJD karena secara kerusakan sangat berat, sehingga di tengah keterbatasan anggaran daerah perbaikannya diusulkan melalui pusat.
Baca juga: NTB Bentuk Tim Reaksi Cepat Infrastruktur, Setiap Laporan Jalan Rusak Direspon 24 Jam
Seperti ruas Jalan Sampungu-Bajo yang memiliki panjang 48 kilometer dengan estimasi anggaran Rp50 miliar, serta tingkat kerusakannya yang berat sehingga pemerintah daerah berharap tahun depan ruas ini masuk dalam IJD.
Secara keseluruhan tiga jalan dan dua jembatan ini membutuhkan anggaran mencapai Rp200 miliar lebih untuk perbaikan, sementara anggaran daerah saat ini hanya tersedia untuk perawatan saja.
Secara umum ruas jalan provinsi yang paling banyak rusak berada di Sumbawa, sementara di Lombok hanya beberapa titik saja seperti di Lancing Lombok Tengah dan Sekotong Lombok Barat.
Pada tahun ini Pemprov NTB sudah melakukan perbaikan ringan hingga sedang pada 20 titik jalan, dengan anggaran yang sudah digelontorkan mencapai belasan miliar.
"Titik yang sudah dilakukan verifikasi dan yang sudah ditangani itu sekitar 20 titik, itu menelan anggaran belasan miliar," ujar Jaya.
Dalam waktu dekat tim reaksi cepat (TRC) infrastruktur akan kembali turun untuk melakukan verifikasi terhadap laporan masyarakat, terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.
(*)