8 Kue Melayu Deli yang Mulai Langka di Medan, Ada yang Tetap Dibuat dengan Resep Turun-Temurun
Array A Argus July 22, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Kota Medan memang dikenal sebagai surganya kuliner.

Ada banyak ragam makanan yang bisa ditemukan di kota ini.

Meski begitu, saat ini sudah sulit sekali menemukan jajanan tradisional Medan.

Adapun jajanan tradisional Medan tersebut berupa kue khas Melayu Deli.

Pada masa dulu, kue khas Melayu Deli sangat mudah ditemukan.

Baca juga: 8 Kue Khas Imlek yang Diyakini Membawa Keberuntungan

Masih banyak orang yang membuat dan menjualnya di warung, atau di toko-toko kue.

Tapi sekarang, makanan atau kue khas Melayu Medan ini sudah sangat langka, bahkan hampir punah.

Kalaupun ada, kue khas Melayu Medan ini cuma disuguhkan pada acara-acara tertentu saja, seperti acara pernikahan dan hajatan lainnya.

Jika ingin membelinya pun, harus mencari dan berkeliling ke beberapa tempat khusus.

Baca juga: 5 Macam Kue Khas Natal Biasa Disajikan di Perayaan Natal Bersama Keluarga

Bahkan, ada yang harus dipesan khusus kepada pembuatnya.

Tidak banyak juga di Kota Medan ini yang mampu membuat kue khas Melayu Deli tersebut.

Lantas, apa saja kue Melayu Medan yang sudah langka dan jarang ditemukan, berikut ini daftarnya.

8 kue khas Melayu Deli yang mulai langka

Sebagian besar kue khas Melayu Deli dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, santan, gula merah, gula pasir, kelapa parut, hingga daun pandan.

Baca juga: 5 Ide Kue Khas Natal yang Bisa Disajikan di Rumah

Meski tampilannya sederhana, cita rasa autentik dan proses pembuatannya yang masih mempertahankan resep lama menjadikan kue-kue ini memiliki nilai budaya yang tinggi.

Hingga tahun 2026, hanya segelintir toko kue tradisional di Medan yang masih konsisten memproduksi kue Melayu Deli.

Salah satu yang cukup dikenal adalah Makcik Cam, yang memiliki beberapa cabang di Kota Medan, serta Mumu Butikue yang juga mempertahankan berbagai resep warisan Melayu.

Baca juga: Limonam, Kue Khas Melayu dan Oleh-oleh dari Kabupaten Batubara yang Diolah Kekinian

Berikut beberapa kue Melayu Deli yang kini mulai langka, tetapi masih dapat Anda temukan di Medan.

1. Kue Rasidah, Kue Legendaris Melayu Deli yang Semakin Sulit Dicari

Kue Rasidah termasuk salah satu kuliner tradisional Melayu Deli yang paling sering disebut mulai langka.

Teksturnya lembut, kenyal, dengan rasa manis yang khas dari perpaduan tepung, mentega, gula, dan rempah-rempah seperti kapulaga serta kayu manis.

Dahulu, kue ini hampir selalu hadir dalam acara adat Melayu, mulai dari pesta pernikahan hingga kenduri keluarga.

Kini, Rasidah tidak lagi mudah ditemukan di toko kue biasa karena proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan dan waktu yang cukup lama.

Jika ingin mencicipinya, Anda dapat mengunjungi Mumu Butikue di Jalan Jemadi No. 237C, Pulo Brayan Darat II, Medan Timur.

Selain itu, Makcik Cam juga dikenal masih menjual Kue Rasidah di sejumlah cabangnya.

2. Tepur Banda, Kue Tradisional yang Mulai Jarang Diproduksi

Tepur Banda Makcik Cam
Tepur Banda Makcik Cam (HO)

Nama Tepur Banda mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat.

Namun, bagi pecinta kuliner Melayu Deli, kue ini merupakan salah satu hidangan klasik yang memiliki cita rasa lembut dengan aroma santan dan pandan yang kuat.

Saat ini, Tepur Banda termasuk kue yang produksinya terbatas sehingga tidak banyak dijual di toko kue modern.

Salah satu tempat yang masih mempertahankan resepnya adalah Makcik Cam, termasuk gerai di Jalan Platina II No. 50B, Medan Deli, serta cabang lainnya di Kota Medan.

3. Bingka Deli, Warisan Kuliner Kesultanan yang Tetap Bertahan

Berbeda dengan bingka dari daerah lain, Bingka Deli memiliki tekstur yang lebih lembut dengan rasa gurih dari santan dan aroma pandan yang khas.

Kue ini dahulu menjadi sajian favorit keluarga Kesultanan Deli dan masih sering disajikan dalam berbagai acara adat Melayu.

Meski belum sepenuhnya punah, Bingka Deli kini lebih banyak ditemukan di toko yang memang fokus melestarikan kue tradisional dibandingkan toko roti modern.

Beberapa cabang Makcik Cam di Medan masih memproduksi Bingka Deli dalam jumlah terbatas.

4. Lapis Cendol, Kue Cantik dengan Rasa Tradisional

Lapis Cendol merupakan salah satu kue basah khas Melayu yang memiliki tampilan berlapis dengan potongan cendol hijau di dalamnya.

Perpaduan santan, gula, dan cendol menghasilkan cita rasa manis sekaligus gurih yang menjadi ciri khasnya.

Produksi Lapis Cendol biasanya tidak sebanyak kue populer lainnya sehingga sering kali cepat habis.

Anda dapat mencarinya di toko kue tradisional seperti Makcik Cam, terutama pada pagi hari ketika stok baru tersedia.

5. Wajik, Jajanan Klasik yang Tetap Digemari

KUDAPAN TRADISIONAL- Resep wajik ketan, kudapan tradisional dengan cita rasa manis dan tekstur yang lembut.
KUDAPAN TRADISIONAL- Resep wajik ketan, kudapan tradisional dengan cita rasa manis dan tekstur yang lembut. (Pinterest: Indah Ciptaning Widi)

Wajik merupakan salah satu kue tradisional berbahan dasar beras ketan, santan, dan gula merah yang telah lama menjadi bagian dari budaya Melayu Deli.

Walaupun masih dikenal masyarakat, keberadaannya kini semakin jarang dijumpai di toko kue modern.

Wajik lebih mudah ditemukan di toko yang memang mengkhususkan diri pada jajanan tradisional maupun saat acara adat dan perayaan keagamaan.

6. Kue Talam Ubi, Perpaduan Manis dan Gurih yang Sulit Dilupakan

ilustrasi kue talam ubi merah.
ilustrasi kue talam ubi merah. (SHUTTERSTOCK/SiskaiPey)

Kue Talam Ubi memiliki tekstur lembut dengan lapisan ubi yang manis dipadukan saus santan gurih di bagian atas.

Cita rasanya sederhana, tetapi menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat Melayu sejak dahulu.

Saat ini, Talam Ubi umumnya hanya diproduksi oleh toko yang masih mempertahankan resep turun-temurun, salah satunya Makcik Cam.

7. Kue Bangkit, Kue Tradisional yang Identik dengan Hari Besar

Kue Bangkit terkenal dengan teksturnya yang ringan dan mudah lumer di mulut.

Nama "bangkit" berasal dari bentuk kuenya yang mengembang saat dipanggang.

Di Medan, Kue Bangkit biasanya lebih banyak diproduksi menjelang Hari Raya Idulfitri, Natal, maupun perayaan besar lainnya.

Di luar musim tersebut, kue ini relatif sulit ditemukan.

Selain toko kue tradisional di Medan, Anda juga dapat berburu Kue Bangkit di Pasar Kamu, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Pasar kuliner bernuansa tradisional ini kerap menghadirkan aneka jajanan Melayu dan makanan khas Sumatera Utara setiap akhir pekan.

8. Kue Dangai, Camilan Kelapa yang Semakin Langka

Kue Dangai merupakan salah satu jajanan tradisional berbahan utama kelapa parut, tepung, dan gula yang dipanggang hingga menghasilkan aroma harum yang khas.

Meski dahulu cukup mudah ditemukan di kawasan Melayu Deli, kini Kue Dangai mulai langka karena hanya sedikit pembuat yang masih mempertahankan resep aslinya.

Selain di toko kue tradisional, Anda berpeluang menemukan Kue Dangai di pasar budaya, festival kuliner, atau kegiatan yang mengangkat warisan budaya Melayu di Sumatera Utara.

Di Mana Bisa Membeli Kue Melayu Deli di Medan?

Jika ingin menikmati aneka kue Melayu Deli yang autentik, berikut beberapa tempat yang masih dikenal menjualnya hingga 2026:

  • Mumu Butikue – Jalan Jemadi No. 237C, Pulo Brayan Darat II, Medan Timur.
  • Makcik Cam – Cabang Gatot Subroto.
  • Makcik Cam – Jalan Adam Malik.
  • Makcik Cam – Jalan Platina II No. 50B, Medan Deli.
  • Makcik Cam – Bilal Ujung.
  • Pasar Kamu, Desa Denai Lama, Pantai Labu, Deli Serdang (khusus akhir pekan dan saat ada pelaku UMKM yang menjual kue tradisional).

(ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.