Empat Hari Dilaporkan Hilang, Lansia di OKU Selatan Ditemukan Tewas di Sungai Kemu Sandang Aji
Odi Aria July 22, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, MUARADUA– Upaya pencarian selama empat hari terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang usai pergi mandi di Sungai Kemu akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Kemu, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Korban diketahui bernama Muslim (80), warga Dusun 05, Desa Negeri Cahya, Kecamatan Buay Sandang Aji.

Jasad korban ditemukan pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Lubuk Batang, Sungai Kemu, tepatnya di perbatasan Desa Kenali dan Desa Tanjung Menang Ulu.

Saat ditemukan, korban berada di tepi sungai dalam posisi terlentang dengan kedua kaki tersangkut di sela-sela bebatuan.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (18/7/2026). Berdasarkan keterangan keluarga, Muslim berpamitan keluar rumah sekitar pukul 09.00 WIB untuk mandi di Sungai Kemu. Namun hingga sore hari ia tak kunjung kembali.

Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Setelah empat hari pencarian, seorang warga bernama Wandi yang sedang mencari ikan menemukan jasad korban di lokasi tersebut.

Laporan itu kemudian diteruskan kepada pemerintah desa dan Polsek Buay Sandang Aji.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Buay Sandang Aji bersama personel langsung menuju lokasi dengan melibatkan Unit Identifikasi Satreskrim Polres OKU Selatan, Kanit Pidum, personel Samapta, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Buay Sandang Aji.

Tim gabungan selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi jenazah, hingga proses evakuasi sebelum korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Keluarga menyebutkan, Muslim mengalami gangguan daya ingat atau pikun.

Bahkan sekitar satu bulan sebelum kejadian, korban juga pernah meninggalkan rumah dan baru ditemukan di wilayah Desa Padang Sari, Kecamatan Buay Runjung.

Anak korban, Rudi, bersama Kepala Desa Negeri Cahya, Hendra, menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan bermeterai yang menyatakan menolak dilakukan visum terhadap jenazah serta tidak akan menuntut pihak mana pun atas peristiwa tersebut.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah, mengatakan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat melalui koordinasi lintas unsur sejak laporan diterima.

"Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Buay Sandang Aji bersama tim gabungan dari Polres OKU Selatan langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan evakuasi korban. Seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi yang baik, serta penghormatan terhadap hak-hak keluarga korban," ujar AKP Amir Hamzah, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, informasi dari masyarakat menjadi faktor penting sehingga proses pencarian dan evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

AKP Amir Hamzah juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, terutama yang mengalami gangguan daya ingat.

"Perhatian dan pendampingan keluarga sangat penting bagi lansia yang memiliki gangguan ingatan. Jangan biarkan mereka beraktivitas seorang diri di sekitar sungai, kebun, maupun lokasi lain yang berisiko membahayakan keselamatan. Pencegahan merupakan langkah terbaik agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.