Wali Kota Kediri Mbak Vina Gelontor 400 Paket Sembako di 5 Titik
faridmukarrom July 22, 2026 10:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari berturut-turut sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program yang digelar Senin-Jumat (20-24/7/2026) itu menyasar lima lokasi berbeda di Kota Kediri.

Pelaksanaan GPM diawali di Balai Kelurahan Bangsal pada Senin (20/7/2026), dilanjutkan di Balai Kelurahan Banjarmlati pada Selasa (21/7/2026), area Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo pada Rabu (22/7/2026), Balai Kelurahan Bawang pada Kamis (23/7/2026), dan ditutup di SMPN 1 Kediri pada Jumat (24/7/2026) bertepatan dengan peringatan HUT Palasari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Un Ahmad Nurdin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, GPM juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok.

"Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," kata Un Ahmad Nurdin, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Pemkab Nganjuk Kenalkan Warisan Budaya Khas Wayang Timplong ke Kancah Nasional

Dalam pelaksanaannya, DKPP Kota Kediri menggandeng sejumlah mitra untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Perum Bulog memasok beras medium SPHP, PG Meritjan menyediakan gula konsumsi, PT SMS menghadirkan minyak goreng, sedangkan Perumda Pasar Joyoboyo menyediakan berbagai jenis cabai.

Selain itu, petani dan peternak mitra DKPP turut menyediakan komoditas pangan seperti sayuran hidroponik, telur ayam, hingga susu kambing. Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Menurut Un Ahmad Nurdin, setiap titik pelaksanaan GPM disiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disediakan sesuai kebutuhan masyarakat yang datang ke lokasi.

"Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri," jelasnya.

Meski tidak membatasi jumlah pembelian, DKPP mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasalnya, stok pangan di Kota Kediri hingga kini dipastikan masih dalam kondisi aman.

"Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman," tegas Un.

Salah seorang warga Kelurahan Tamanan, Nika, mengaku rutin memanfaatkan program tersebut. Ia mengetahui informasi pelaksanaan GPM melalui akun Instagram Pemerintah Kota Kediri dan datang ke lokasi di Kelurahan Banjarmlati untuk membeli beras, cabai, serta bawang.

"Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat," ungkap Nika.

Nika berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus diselenggarakan secara berkala di berbagai wilayah Kota Kediri. 

"Program seperti ini tidak hanya membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan," ujarnya.

(/TribunMataraman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.