TRIBUNMANADO.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Kampung Binala, Kecamatan Tamako, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (22/07/2026).
Informasi yang diperoleh Tribun Manado menyebutkan material tanah dan bebatuan dari lereng bukit longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hingga siang hari.
Namun, warga di sekitar lokasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Peristiwa longsor ini terjadi di tengah peringatan cuaca ekstrem yang sebelumnya telah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng perbukitan, bantaran sungai, dan daerah rawan bencana diminta untuk selalu waspada terhadap potensi longsor maupun banjir.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, saat diwawancarai Tribunmanado melalui WhatsApp mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sangihe.
"Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pagi hingga saat ini harus diwaspadai oleh kita semua, baik pemerintah kecamatan, kampung, kelurahan, maupun seluruh masyarakat. Kondisi cuaca berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga banjir bandang," kata Labesi.
Ia meminta warga yang bermukim di bantaran sungai untuk terus memantau kondisi debit air.
"Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar memperhatikan kondisi air sungai. Jika debit air mulai meluap, segera lakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Selain itu, warga yang tinggal di daerah perbukitan juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor.
"Masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan harus terus memperhatikan kondisi cuaca saat ini. Untuk meminimalisir risiko terjadinya tanah longsor, apabila diperlukan segera lakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman," tambahnya.
Labesi juga meminta pemerintah kampung, kelurahan, dan kecamatan untuk aktif memantau kondisi wilayah masing-masing.
"Kami meminta pemerintah kampung, kelurahan, dan kecamatan agar terus memonitor wilayah kerja masing-masing. Jika terjadi dampak akibat cuaca ekstrem, segera laporkan kepada pemerintah daerah agar dapat dilakukan langkah-langkah penanganan secepatnya," tegasnya.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini