Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan proses pembangunan fisik bangunan permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah telah memasuki tahap lelang setelah seluruh persyaratan administratif dinyatakan lengkap.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pemenuhan seluruh berkas administrasi dan ketersediaan lahan dilaporkan langsung oleh Sekretariat Bersama (Sekber) usulan program Sekolah Rakyat.
"Alhamdulillah, berdasarkan laporan Sekber, usulan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong sudah memenuhi syarat. Tinggal menunggu proses berikutnya, yaitu lelang, kemudian pembangunan akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum," kata Agus dalam audiensi bersama Bupati Parigi Moutong Erwin Burase dan Bupati Maybrat, Papua Barat Daya Karel Murafer di Kantor Kementerian Sosial di Jakarta.
Agus mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dinilai gigih melengkapi dokumen persyaratan demi mewujudkan fasilitas pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak keluarga prasejahtera di daerahnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu guna memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Erwin selaku Bupati Parigi Moutong. Beliau berjuang luar biasa dan saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya, karena tidak lelah datang ke Kementerian Sosial dalam rangka melengkapi dokumen-dokumen pembangunan Sekolah Rakyat," kata dia.
Sementara itu, di tempat yang sama, Bupati Maybrat Karel Murafer menyerahkan dokumen usulan pembangunan Sekolah Rakyat permanen kepada Kementerian Sosial.
Karel berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar anak-anak di Kabupaten Maybrat mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
"Hari ini saya menyerahkan dokumen Sekolah Rakyat Kabupaten Maybrat secara resmi. Harapan kami pemerintah pusat dapat melihat kebutuhan masyarakat, sehingga Sekolah Rakyat dapat segera dibangun. Anak-anak Indonesia adalah masa depan menuju Generasi Emas 2045," kata Karel.
Agus Jabo menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Maybrat yang telah menyerahkan dokumen usulan pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan program tersebut ditujukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
"Kita sebagai negara harus menjemput, mendampingi dan mengantarkan mereka untuk mewujudkan cita-citanya. Semua anak Indonesia harus sekolah, tidak pandang bulu. Yang miskin menjadi tugas negara untuk menyekolahkan mereka,"ujarnya.





