POSBELITUNG.CO -- Nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono disebut-sebut sebagai calon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan menggantikan Nanik S Deyang.
Nanik S Deyang resmi mundur sebagai Kepala BGN dengan alasan kesehatan.
Ia ingin berobat ke luar negeri sehingga harus melepas jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Nanik menegaskan bahwa keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya pada fasilitas medis di dalam negeri.
Langkah tersebut murni diambil demi mendapatkan pertimbangan medis kedua.
Informasi mundurnya Nanik turut dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
Baca juga: Profil Biodata Oegroseno, Eks Wakapolri Ngaku jadi Target Kriminalisasi, Kebijakan 15 Tahun Diungkit
Dirgayuza membenarkan bahwa permohonan pamit tersebut disampaikan pada hari yang sama.
"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza, Rabu (22/7/2026).
Meskipun nama pengganti sudah berembus ke publik, pihak istana menyatakan belum ada penetapan resmi.
Saat ini, Presiden Prabowo belum memutuskan siapa yang secara definitif akan menggantikan Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Sudaryono memiliki nama lengkap Sudaryono Eng., M.M., MBA. Ia lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985.
Masa kecilnya dihabiskan di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, sebuah wilayah pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota besar.
Di lingkungan tempat ia tumbuh, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar dikenal sebagai anak yang cekatan, cerdas, dan mudah bergaul.
Sejak kecil, ia sudah terbiasa menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga, kondisi yang membentuk karakter pantang menyerah dalam dirinya.
Masyarakat di wilayah Toroh mengenalnya sebagai sosok yang tekun belajar dan memiliki semangat untuk maju.
Nilai-nilai kerja keras dan disiplin yang ia peroleh sejak kecil menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya.
Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Sudaryono menempuh pendidikan formal hingga ke jenjang tinggi. Ia dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat, tercermin dari gelar yang disandangnya, yakni Eng., M.M., dan MBA.
Pendidikan tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya, baik di dunia organisasi, bisnis, maupun politik.
Kombinasi antara latar belakang desa, pendidikan tinggi, dan pengalaman lapangan membentuk Sudaryono sebagai figur yang relatif mudah beradaptasi di berbagai lingkungan, dari masyarakat akar rumput hingga lingkaran elite nasional.
Aktif di Dunia Organisasi
Sebelum terjun secara intens ke dunia politik nasional, Sudaryono dikenal aktif dalam berbagai organisasi.
Baca juga: Kalender Jawa 22 Juli 2026 Weton Rabu Kliwon, Diperingati sebagai Hari Bhakti Adhyaksa
Namanya mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada 2021.
Dalam peran tersebut, ia terlibat langsung dalam upaya memperjuangkan kepentingan pedagang pasar tradisional, sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Di bawah kepemimpinannya, APPSI mendorong berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan memperkuat posisi pasar rakyat di tengah gempuran ritel modern.
Selain APPSI, Sudaryono juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), sebuah organisasi sayap Partai Gerindra yang berfokus pada pemberdayaan pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Karier Politik di Partai Gerindra
Perjalanan politik Sudaryono tidak bisa dilepaskan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sejak 2020 hingga 2025, posisi strategis yang menempatkannya di lingkaran pengambil keputusan partai.
Pada usia 38 tahun, Sudaryono dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.
Penunjukan ini menandai posisinya sebagai salah satu kader muda yang memiliki pengaruh signifikan di tingkat daerah.
Dalam struktur partai, Sudaryono dikenal sebagai figur organisator yang aktif membangun jaringan hingga ke tingkat akar rumput, sejalan dengan latar belakangnya yang dekat dengan pedagang dan masyarakat kecil.
Karier Profesional dan Dunia Bisnis
Selain aktif di dunia politik dan organisasi, Sudaryono juga memiliki pengalaman panjang di sektor profesional dan bisnis.
Sejak 2018, ia menjabat sebagai CEO Garuda TV di bawah naungan Digdaya Media Nusantara.
Ia juga memegang sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan, antara lain sebagai CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies, Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma, Direktur PT Nusantara Telematics System, serta Chairman PT Boga Halal Nusantara yang bergerak di industri makanan halal.
Di sektor koperasi, Sudaryono menjabat sebagai Direktur Eksekutif Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN Coop) sejak 2020.
Koperasi ini diprakarsai oleh Prabowo Subianto dan menjadi wadah kolaborasi bagi generasi muda dalam membangun ekonomi nasional.
Kedekatan dengan Prabowo Subianto
Salah satu fase penting dalam perjalanan hidup Sudaryono adalah ketika ia dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto selama lima tahun, dari 2010 hingga 2014.
Selama periode tersebut, ia tinggal serumah dengan Prabowo dan menyerap banyak nilai, gagasan, serta pandangan strategis dari tokoh nasional tersebut.
Pengalaman tersebut disebut-sebut memberi pengaruh besar terhadap cara berpikir dan kepemimpinan Sudaryono, khususnya dalam memahami dinamika politik dan kebijakan nasional.
Dilantik Menjadi Wakil Menteri Pertanian
Puncak karier Sudaryono di pemerintahan terjadi saat ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kamis, 18 Juli 2024, di Istana Negara.
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45 M Tahun 2024.
Sebagai Wamentan, Sudaryono mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan program-program strategis Kementerian Pertanian, termasuk ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan respons cepat terhadap bencana.
Pada 2025, Sudaryono juga dipercaya menjabat sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia setelah ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
(Posbelitung.co/Tribunnews.com)