Presiden Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Sore Ini, Gantikan Nanik S Deyang
Darwin Sijabat July 22, 2026 03:04 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Teka-teki mengenai sosok penerus kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya terjawab secara resmi. 

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk mengemban amanah sebagai Kepala BGN, menggantikan Nanik Sudaryanti Deyang yang memutuskan meletakkan jabatannya pada Rabu (22/7/2026).

Kepastian penunjukan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala selaku Kepala BGN adalah beliau Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Prasetyo.

Prasetyo menyampaikan prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Sudaryono dipastikan berlangsung pada hari yang sama di Istana Negara.

“Rencana dilantik hari ini,” katanya menegaskan bahwa pelantikan dijadwalkan bergulir tepat pada pukul 15.00 WIB.

Guna menjaga fokus serta integritas tata kelola di lembaga pengelola program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, Istana memastikan tidak akan ada dwi-fungsi jabatan yang diemban oleh Sudaryono. 

Prasetyo menegaskan bahwa posisi Wamentan yang selama ini diduduki Sudaryono akan dilepas secara penuh.

“Tidak rangkap jabatan,” pungkasnya singkat.

Alasan Pengunduran Diri Nanik S Deyang

Keputusan penunjukan Sudaryono dipicu oleh pengunduran diri mendadak dari Nanik S Deyang yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial pribadinya pada Rabu pagi. 

Baca juga: Siapa Sudaryono? Politisi Gerindra Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

Baca juga: Satu Suara Istana Jawab Teka-teki Posisi Duduk Prabowo-Gibran di Sidang Kabinet

Nanik terpaksa melepas posisi puncak BGN karena memburuknya faktor kesehatan, di mana dirinya harus bertolak ke luar negeri untuk menjalani pengobatan khusus penyakit jantung.

Menariknya, dalam unggahan pengunduran dirinya tersebut, Nanik sempat membocorkan kriteria calon penggantinya tanpa menyebutkan nama secara eksplisit. 

Ia memberi isyarat bahwa sosok yang akan melanjutkan estafet kepemimpinannya adalah figur yang memiliki hubungan emosional amat dekat dengannya.

“Insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” kata Nanik dalam unggahannya.

Meski enggan merinci identitas nama tersebut lebih jauh, Nanik menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap solid mendukung keberlangsungan program MBG demi pemenuhan gizi anak bangsa.

Sosok Sudaryono

Kursi kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali diterpa isu pergantian estafet kepemimpinan yang menyita perhatian publik. 

Pagi ini, Rabu (22/7/2026), Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN lantaran harus menjalani perawatan medis di luar negeri.

Pengunduran diri mendadak ini langsung memicu spekulasi mengenai sosok penggantinya. 

Nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI sekaligus politisi kepercayaan Partai Gerindra, Sudaryono, kini santer dikabarkan bakal menduduki posisi pucuk di lembaga penanggung jawab program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Baca juga: Menelusuri Rekam Jejak 1,5 Bulan Nanik S Deyang Pimpin BGN Sebelum Mundur: Desakan, Nyanyian

Baca juga: Semua Komisioner KPU RI Disidang DKPP Soal Kode Etik Terkait Ijazah Jokowi

Isyarat mengenai sosok pengganti ini bahkan dibocorkan langsung oleh Nanik S Deyang melalui unggahan di media sosial pribadinya.

“Insya Allah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang,” kata Nanik.

Meskipun pihak Tribunnews.com masih berupaya mengonfirmasi Istana Kepresidenan RI terkait penunjukan resmi ini, profil serta rekam jejak Sudaryono dinilai sangat krusial.

Hal itu mengingat BGN memikul tanggung jawab besar dalam merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan pemenuhan gizi nasional di tengah pro-kontra program MBG dan bayang-bayang dugaan kasus korupsi yang sempat menjerat mantan Kepala BGN terdahulu, Dadan Hindayana.

Lahir di Grobogan, Jawa Tengah pada 23 Januari 1985, Sudaryono tumbuh sebagai anak tunggal dari keluarga petani sederhana di Dukuh Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. 

Semasa kecil, ia terbiasa membantu kedua orang tuanya bekerja di sawah, termasuk memanggul jerami demi memberi makan sapi ternak keluarga.

Perjalanan pendidikannya tergolong cemerlang. Sudaryono menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara (2000–2003) dan berhasil menyabet predikat lulusan terbaik. 

Keberhasilan itu membawanya meraih beasiswa untuk mendalami Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang (National Defense Academy of Japan) dan lulus pada 2009.

Tak berhenti di situ, ia melengkapi latar akademisnya dengan meraih gelar Master of Business Administration (S2) dari Swiss German University (2015–2018), serta memegang gelar Doktoral (S3) di bidang Keuangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada kurun waktu 2020–2023.

Hubungan Sudaryono dengan Presiden Prabowo Subianto terjalin amat dekat. 

Sepulangnya dari Jepang pada tahun 2010, ia langsung dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo selama lima tahun berturut-turut.

Di panggung politik praktis, kader utama Partai Gerindra ini pernah memegang posisi Wakil Sekretaris Jenderal (2020–2025) dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah. 

Nama Sudaryono bahkan sempat santer digadang-gadang bakal maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jawa Tengah 2024 sebelum akhirnya langkah tersebut batal.

Selain di partai politik, ia aktif memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, di antaranya:

- Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)

- Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA)

- Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)

- Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI)

Sepak Terjang Korporasi dan Jabatan Publik

Sebelum terjun penuh ke birokrasi pemerintahan, karier profesional Sudaryono membentang di dunia usaha. 

Ia mengawali kiprahnya sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy pada 2014, sebelum dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018. 

Di bawah kepemimpinannya, viewership Garuda TV melonjak pesat dari peringkat 33 hingga menembus posisi 17 nasional dengan capaian TV Share 0,70 pada Januari 2024 serta jangkauan siaran ke seluruh Indonesia.

Guna mendorong pemerataan pendidikan, ia menginisiasi program Garuda TV Education yang mengintegrasikan siaran TV dengan aplikasi ponsel dan media sosial melalui program Jelajah Ilmu Pengetahuan, Adu Cerdas, dan Program Bantu Sekolah yang telah menyasar ratusan sekolah. 

Karier korporasinya juga mencakup jabatan CEO PT Nusantara Telematics System (sejak 2019) dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma (sejak 2020).

Pada 18 Juli 2024, Presiden Joko Widodo resmi melantik Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI. 

Kiprah kepemimpinannya kian meluas saat dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia sejak 16 Juni 2025 menggantikan Darmin Nasution. 

Kini, rekam jejak panjang tersebut menempatkannya sebagai kandidat kuat untuk memimpin Badan Gizi Nasional.

Baca juga: Viral di Medsos, Razia Tambang Emas Ilegal di Tebo Jambi Memanas

Baca juga: Antrean Kendaraan di SPBU Sumut, Menteri ESDM Bahlil Sebut Sopir Truk Tangki Lakukan Fraud

Baca juga: Polres Merangin Tertibkan 15 Knalpot Brong dalam Program Polantas Menyapa

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.