TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kota Yogyakarta menjadi kota pertama penyelenggaraan pameran kerajinan Inacraft 2026 di luar Jakarta dan berlangsung selama empat hari pada 15-19 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC).
Inacraft 2026 di Yogyakarta mengangkat tema Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia diramaikan oleh beragam produk kerajinan sekaligus ruang pertemuan budaya, bisnis, dan kolaborasi internasional.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X saat membuka pameran mengatakan, kehadiran delegasi luar negeri di penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan bahwa kerajinan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bahasa universal yang mampu menghubungkan berbagai bangsa dan budaya.
"Kerajinan bukan sekadar produk ekonomi, tetapi juga bahasa universal yang mampu menembus batas negara dan budaya," ujar Sultan, Selasa (21/7/2026).
Dia mengatakan, filosofi Hamemayu Hayuning Bawana mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan dunia, nilai yang selaras dengan proses penciptaan karya kerajinan yang mengedepankan ketelitian, kesabaran, dan penghormatan terhadap tradisi.
Di tengah penyelenggaraan festival tersebut, Peruri memanfaatkan momentum Road to Inacraft 2026 untuk memperkuat pengembangan UMKM binaannya.
Melalui partisipasi dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di JEC pada 15–19 Juli 2026, perusahaan berupaya memperluas eksposur produk, membuka akses pasar, serta mempertemukan UMKM dengan konsumen dan calon mitra usaha.
Baca juga: Ekspor Kerajinan Tembus 305,54 Juta Dolar AS, Kemenperin Genjot Promosi IKM Lewat Inacraft 2026
Di kegiatan ini, Peruri mengusung tema Hayuning Bawono dengan konsep sustainable product dan slow fashion yang menekankan keseimbangan antara pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta proses produksi yang bertanggung jawab.
Peruri melibatkan tujuh UMKM binaan asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Berkarya, dengan produk dari sektor fesyen, kerajinan, dan kuliner.
Produk yang ditampilkan antara lain kaos batik dan kaos lukis Astarupa, batik tulis Ethnic Gendhis, fesyen dan aksesori Klamby Kulo, busana berbahan wastra Indonesia dari Kain Etnik Mama Poenya, produk kulit CFTM, kukis gaplek Delolie, serta olahan bawang hitam Black Garlic Adimas.
Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan keikutsertaan dalam Road to Inacraft 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM binaan.
Baca juga: UMKM di Solo Sulap Limbah Kayu Jati Jadi Produk Kerajinan Kreatif
Menurutnya, ajang tersebut memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, memperluas jaringan bisnis, serta memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Partisipasi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Peruri dalam mendukung pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembinaan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha, promosi, perluasan jaringan pemasaran, serta pembukaan peluang kolaborasi agar UMKM binaan mampu tumbuh secara mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Peruri berharap UMKM binaannya dapat membangun hubungan bisnis baru, meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Laporan Reporter: Noverius Laoli | Sumber: Kontan