Ditelepon Seskab Teddy Jelang Pelantikan, Ini Profil Sudaryono Kepala BGN Baru
Hironimus Rama July 22, 2026 05:35 PM

 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA — Kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) resmi berpindah tangan pada Rabu (22/7/2026).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Kepala BGN, menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Proses pergantian ini berlangsung cepat demi mencegah kevakuman kepemimpinan dalam mengawal program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Intip Harta Kekayaan Nanik S Deyang

Detik-Detik Penunjukan oleh Seskab Teddy

Sudaryono mengungkapkan bahwa kabar penunjukannya sebagai orang nomor satu di BGN diterima secara mendadak melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

"Saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy, untuk nanti sore ada pelantikan ya, jadi betul (penunjukan Kepala BGN)," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Mengenai kesiapannya dalam mengeksekusi program prioritas senilai ratusan triliun tersebut, politikus berlatar militer dan akademis ini menyatakan ketegasannya.

"Belum, nanti mungkin arahan dari Bapak Presiden setelah pelantikan. Kalau ditanya siap atau tidak, sebagai prajurit ya siap. Apa pun penugasan dari Presiden harus siap," tegasnya.

Dobrakan MBG: Analogikan Program sebagai "Pacman"

Menjelang pelantikannya di Istana Kepresidenan, pria yang akrab disapa Mas Dar ini memaparkan arah kepemimpinannya.

Ia menganalogikan Program MBG sebagai karakter video game "Pacman" yang terus menyerap bahan pangan lokal dalam jumlah masif.

Gagasan ini diusung untuk memastikan hasil panen petani, peternak, dan nelayan terserap optimal oleh pasar baru (emerging market) yang diciptakan BGN.

"Saya selalu mengatakan bahwa MBG makan bergizi gratis ini seperti Pacman. Dia emerging market, punya besaran konsumsi yang cukup besar," kata Sudaryono.

"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi. Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," lanjutnya.

Selain memperkuat rantai pasok, Sudaryono menyoroti pentingnya reformasi internal di tubuh BGN untuk mencegah terulangnya potensi penyimpangan dan persoalan tata kelola anggaran.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan. Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak. Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah super tim," pungkas Sudaryono.

Profil Sudaryono: Anak Petani Grobogan yang Jadi Orang Dekat Prabowo

Rekam jejak Sudaryono menarik perhatian publik. Pria berusia 41 tahun yang lahir pada 23 Januari 1985 ini merupakan putra tunggal pasangan petani sederhana, Yahyo dan Suwarni, di sebuah dusun terpencil di Grobogan, Jawa Tengah.

Masa kecilnya dihabiskan dengan memikul air sejauh satu kilometer dan mencari pakan ternak. Meski tumbuh dalam keterbatasan, kedisiplinan belajarnya membawanya menembus SMA Taruna Nusantara, hingga meraih beasiswa di Akademi Pertahanan Nasional Jepang dan lulus sebagai juara kelas.

Sekembalinya ke Indonesia, Sudaryono dipercaya menjadi asisten pribadi (aspri) Prabowo Subianto. Karier organisasinya meroket hingga menjabat sebagai:

  • Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (usia 38 tahun).
  • Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
  • Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI).
  • Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
  • Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia.

Berpendidikan tinggi hingga meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis (DMB) dari Sekolah Bisnis IPB University, perjalanan hidup Sudaryono dari anak petani hingga menjadi pejabat negara dipandang sejalan dengan misi BGN dalam memberdayakan sektor pangan dan gizi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.