SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Viral kelakuan nakal penjual ronde yang diduga mengumpulkan sisa kuah ronde untuk dijual kembali di Alun-alun Kota Batu direspons oleh Pemkot Batu.
Sekda Kota Batu, Alfi Nurhidayat, bersama Plt Kadiskumperindag Kota Batu, Dian Fachroni, datang ke lokasi untuk memastikan keamanan makanan dan minuman yang dijual para pedagang di sana, Rabu (22/7/2026).
Untuk memastikan kualitas layanan, keamanan produk kuliner, serta memberikan perlindungan kepada para konsumen, Alfi memerintahkan Diskumperindag untuk lebih memperketat pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Batu.
“Jadi intinya kami ingin memastikan para pelaku usaha di Alun-alun Kota Batu melayani sesuai prosedur yang ditentukan."
"Tadi saya langsung memanggil dinas terkait untuk berkoordinasi bersama perwakilan PKL."
"Mari bersama menjaga nama Kota Batu sebagai sentra wisata,” kata Alfi Nurhidayat kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Ulah Pedagang Ronde di Alun-Alun Batu Kumpulkan Sisa Kuah untuk Dijual Lagi Diviralkan Wisatawan
Sementara itu, Dian Fachroni mengaku telah melakukan klarifikasi kepada pedagang yang bersangkutan.
“Hasil klarifikasi menunjukkan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta."
"Namun peristiwa itu menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Dian.
Lanjutnya, Diskumperindag akan melakukan pembinaan pada para PKL dengan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni legalitas perizinan, kepemilikan sertifikat halal, dan pemenuhan standar keamanan pangan.
“Kami bersama tim gabungan akan melakukan pembinaan terhadap sembilan paguyuban PKL yang berada di kawasan Alun-alun Kota Batu."
"Selain memastikan keamanan bagi konsumen, kami juga ingin memberikan perlindungan kepada pelaku usaha yang sudah patuh terhadap aturan,” jelasnya.
Saat ini dari data Diskumperindag Kota Batu terdapat sembilan paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu dengan jumlah total anggota sebanyak 537 UMKM binaan.
"Kami juga menekankan pentingnya hospitality."
"Keramahan pedagang menjadi bagian dari wajah Kota Batu karena Alun-alun adalah salah satu episentrum pariwisata yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.