Laba Jasaraharja Putera Melonjak 41 Persen Jadi Rp234 Miliar, Pendapatan Tembus Rp1,61 Triliun
Seno Tri Sulistiyono July 22, 2026 04:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT Jasaraharja Putera membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp234,49 miliar, meningkat 41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Di saat yang sama, tingkat solvabilitas perusahaan yang tercermin dari Risk Based Capital (RBC) juga menguat menjadi 371,90 persen, jauh di atas ketentuan minimum 120 persen yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kinerja tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Dorong Keselamatan Berkendara, IMI Gandeng IFG, Jasaraharja Putera dan Maju Motor Group 

Dari sisi operasional, perusahaan mencatat pendapatan asuransi sebesar Rp1,61 triliun. Sementara itu, hasil jasa asuransi meningkat 10,22% secara tahunan menjadi Rp319,20 miliar, mencerminkan perbaikan kualitas bisnis dan seleksi risiko.

Di sisi lain, beban jasa asuransi turun 16,27 persen menjadi Rp908,61 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan beban tersebut menunjukkan peningkatan efektivitas pengelolaan risiko sekaligus perbaikan kualitas portofolio bisnis perusahaan.

Penguatan fundamental juga tercermin dari peningkatan RBC menjadi 371,90 persen per 31 Desember 2025, naik dari 339,78 persen pada tahun sebelumnya.

Rasio tersebut mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam menjaga kecukupan modal untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis sekaligus mendukung ekspansi usaha.

Selain itu, PT Jasaraharja Putera berhasil mempertahankan peringkat "AA-" (Double A Minus) dengan outlook stabil dari PEFINDO pada 2025.

Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan yang dinilai sangat kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang di tengah dinamika industri asuransi.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris mengatakan capaian kinerja tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis serta penguatan tata kelola yang dilakukan perusahaan.

"Perusahaan akan melanjutkan upaya peningkatan kualitas layanan, memperkuat manajemen risiko, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Abdul Haris.
Ke depan, kata dia perusahaan juga akan memfokuskan strategi pada penguatan kualitas bisnis, peningkatan pengalaman pelanggan, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi transformasi digital guna menjaga daya saing di industri asuransi umum. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.