TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih membuka sayembara desain logo Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek. Menjelang penutupan pendaftaran, jumlah peserta yang mendaftar masih sekitar 15 orang.
Meski demikian, panitia memperkirakan jumlah peserta akan meningkat signifikan pada hari terakhir pengiriman karya, Kamis (23/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan antusiasme peserta biasanya memuncak menjelang batas akhir pendaftaran.
"Sampai saat ini terkait sayembara logo Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, pantauan kami masih sekitar 15 orang peserta. Namun, tidak menutup kemungkinan biasanya akan membludak di tenggat waktu deadline terakhir, yaitu Kamis (23/7/2026) pukul 00.00 WIB," ujar Yusuf Widharto, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Paman di Blitar Tega Berbuat Asusila ke Ponakan Laki Selama 2 Tahun, Polisi Cek Psikologi Pelaku
Yusuf menjelaskan, sayembara logo digelar sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus berpartisipasi memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
"Harapan kami dengan adanya sayembara logo ini, kita memberikan ruang kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek, khususnya para pemuda," katanya.
Menurutnya, karya yang dihasilkan diharapkan mampu merepresentasikan semangat masyarakat Trenggalek sekaligus menjadi identitas peringatan hari jadi tahun ini.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkab Trenggalek mengusung tema "Hambeging Bumi" yang membawa pesan untuk menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan jati diri daerah.
Tema tersebut merupakan gagasan Bupati Trenggalek yang mengajak masyarakat agar tetap mencintai bumi tempat mereka tumbuh dan hidup.
"Tema tahun ini adalah Hambangun Bumi. Dalam artian, Bapak Bupati mengajak kita untuk tidak melupakan jati diri Trenggalek. Kita dibesarkan oleh bumi, sehingga kita harus tetap mencintai lingkungan dan menjaga situasi yang tetap guyub rukun bagi seluruh masyarakat," jelas Yusuf.
Panitia menerapkan aturan ketat terkait keaslian karya. Seluruh peserta diwajibkan membuat logo secara mandiri dan dilarang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Setiap peserta juga harus melampirkan surat pernyataan bermaterai sebagai bukti bahwa desain yang dikirim merupakan karya orisinal.
"Penggunaan AI dilarang karena ini adalah bentuk kreativitas murni. Karya harus benar-benar orisinal dan tidak ada unsur AI. Itu menjadi prasyarat utamanya," tegas Yusuf.
Proses seleksi akan dilakukan secara bertahap. Tiga orang juri internal akan menilai seluruh karya yang masuk untuk memilih 10 desain terbaik.
Selanjutnya, tiga karya terbaik akan diserahkan kepada Bupati Trenggalek untuk menentukan pemenang utama sekaligus memastikan desain sesuai dengan konsep tema yang telah ditetapkan.
"Kami menyeleksi melalui tiga orang tim juri menentukan 10 besar. Lalu tiga besar akan ditinjau langsung oleh Pak Bupati guna memastikannya sesuai dengan konsep tema Hambangun Bumi yang beliau tetapkan," ujarnya.
Pemkab Trenggalek menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan bagi para pemenang:
Juara 1: Rp3 juta
Juara 2: Rp2 juta
Juara 3: Rp1 juta
Logo terbaik nantinya akan menjadi identitas resmi Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek dan dijadwalkan diluncurkan sebelum Agustus 2026, dengan target peluncuran pada 30 Juli 2026.
Peserta yang ingin mengikuti lomba wajib memenuhi sejumlah persyaratan berikut:
(TribunMataraman.com)