Tribunlampung.co.id, Jakarta - Di tengah penunjukannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, sorotan publik kini tertuju pada lonjakan drastis harta kekayaan milik Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Baca juga: Harta Kekayaan Bupati Lombok Barat yang Ditangkap KPK Capai Rp 25 Miliar, Punya Aset di Surabaya
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaannya melonjak hingga Rp22,5 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Januari 2025, kekayaan politikus Partai Gerindra tersebut semula tercatat sebesar Rp8.861.192.525 (Rp8,86 miliar).
Namun, pada laporan LHKPN terbarunya per 29 Maret 2026, total harta kekayaan Sudaryono meroket tajam menjadi Rp31.394.894.928 (Rp31,39 miliar).
Kenaikan fantastis senilai Rp22,53 miliar dalam tempo 12 bulan tersebut sebagian besar ditopang oleh aset kepemilikan properti tanah dan bangunan milik Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini, dengan nilai fantastis mencapai Rp69,69 miliar.
Lonjakan harta kekayaan ini mengemuka seiring dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang resmi menunjuk Sudaryono untuk memimpin BGN.
Ia menggantikan posisi Nanik S Deyang yang mengundurkan diri setelah sekitar satu setengah bulan (44 hari) menjabat.
Pelantikan Sudaryono digelar pada hari yang sama demi memastikan operasional dan roda organisasi BGN tetap berjalan tanpa adanya kekosongan kepemimpinan.
Sebelum diamanahi posisi Kepala BGN, Sudaryono masih aktif mengemban jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih, posisi yang telah didudukinya sejak akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Berikut daftar aset properti kekayaan Sudaryono berdasarkan LHKPN:
1. Tanah dan Bangunan Seluas 144 m2/200 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 450.000.000
2. Tanah Seluas 144 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 25 m2/25 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 550.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 108 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK , HASIL SENDIRI Rp. 1.600.000.000
5. Tanah Seluas 990 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 650.000.000
6. Tanah Seluas 323 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 900.000.000
7. Tanah Seluas 144 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
8. Tanah dan Bangunan Seluas 144 m2/220 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 1.350.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 2.000 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 16.000.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/100 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 550.000.000
11. Tanah dan Bangunan Seluas 554 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 1.500.000.000
12. Tanah Seluas 6.010 m2 di KAB / KOTA JEPARA, HASIL SENDIRI Rp. 600.000.000
13. Tanah Seluas 19.440 m2 di KAB / KOTA JEPARA, HASIL SENDIRI Rp. 1.944.000.000
14. Tanah dan Bangunan Seluas 237 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 9.000.000.000
15. Tanah dan Bangunan Seluas 2.050 m2/1.800 m2 di KAB / KOTA KLATEN, HASIL SENDIRI Rp. 14.000.000.000
16. Tanah dan Bangunan Seluas 54 m2/50 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
17. Tanah Seluas 1.500 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000
18. Tanah Seluas 2.000 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000
19. Tanah Seluas 1.500 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 3.000.000.000
20. Tanah Seluas 83 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 4.200.000.000
21. Tanah Seluas 83 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 4.200.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.074.900.000
1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
2. MOBIL, TOYOTA INOVA Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 150.000.000
3. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
4. MOTOR, BEBEK - Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 13.900.000
5. MOBIL, TOYOTA INNOVA Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 311.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----
D. SURAT BERHARGA Rp. 7.645.500.000
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 13.345.770.717
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 91.760.170.717
III. HUTANG Rp. 60.365.275.789
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 31.394.894.928
Dilansir kompas.com, mengacu pada keterangan di situs pribadinya, Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985.
Selain berkiprah di pemerintahan, ia juga aktif memimpin sejumlah organisasi.
Sudaryono menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), sekaligus Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI).
Jabatan lainnya yaitu Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), serta Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera).
Di luar organisasi, ia pernah dipercaya menjadi CEO Garuda TV.
Pada Juni 2025, Sudaryono ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Saat itu ia menyatakan penunjukan tersebut merupakan bagian dari penugasan negara setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog.
Karier politik Sudaryono dimulai ketika menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto pada 2010.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.
Sebelum aktif di pemerintahan, Sudaryono juga memiliki pengalaman di sektor swasta, beberapa di antaranya perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya masih terkait dengan Presiden Prabowo.
Ia pernah menjabat sebagai Corporate Secretary Nusantara Energy pada 2014, CEO Garuda TV pada 2018, CEO PT Nusantara Telematics System sejak 2019, serta Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono akhirnya resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Menjelang pelantikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026), Sudaryono langsung memaparkan arah awal kepemimpinannya.
Ia mengibaratkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai "Pacman", karakter permainan video yang terus memakan objek di lintasannya, untuk menggambarkan besarnya kebutuhan pangan yang akan diserap program tersebut.
Menurut Sudaryono, daya serap MBG akan menciptakan pasar baru bagi hasil pertanian sehingga mengurangi risiko produksi petani dan peternak tidak terserap.
"Saya selalu mengatakan bahwa MBG makan bergizi gratis ini seperti Pacman. Dia emerging market, punya besaran konsumsi yang cukup besar," kata Sudaryono, dilansir Tribunnews.com.
Ia mengatakan kebutuhan logistik MBG telah diantisipasi pemerintah, termasuk melalui peningkatan produksi sektor pertanian.
Sudaryono menilai program tersebut dapat mencegah terulangnya kondisi ketika hasil panen atau produk peternakan terbuang karena tidak memiliki pasar.
"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi. Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," ujarnya.
Selain memaparkan potensi ekonomi MBG, Sudaryono juga menyoroti kondisi internal BGN yang menjadi perhatian setelah muncul perkara dugaan korupsi tata kelola program tersebut.
Ia mengakui terdapat persoalan dan dugaan pelanggaran pada kepengurusan sebelumnya yang perlu dibenahi.
"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan. Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak," katanya.
Sudaryono menegaskan pembenahan BGN merupakan kerja bersama, bukan tanggung jawab satu orang.
Ia mengatakan akan bekerja bersama seluruh jajaran, termasuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang direncanakan menjadi wakil kepala BGN.
"Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah supertim," tegasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang.
"Bapak Presiden memutuskan pengganti Kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Prasetyo mengatakan Sudaryono dijadwalkan dilantik pada hari yang sama di Istana Negara.
Ia juga memastikan Sudaryono akan melepas jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian sehingga tidak merangkap jabatan.
"Tidak rangkap jabatan," ujar Prasetyo.
Pernyataan pertama Sudaryono setelah ditunjuk memimpin BGN menunjukkan dua fokus yang akan dibawanya, yakni memperkuat daya serap ekonomi program MBG melalui kebutuhan pangan dalam skala besar, serta membenahi tata kelola lembaga setelah muncul perkara dugaan korupsi yang menjerat kepengurusan sebelumnya.
Alasan sebenarnya di balik keputusan mengejutkan Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya terbongkar.
Usai baru 44 hari dilantik, Nanik resmi melepaskan posisi strategis tersebut pada Rabu (22/7/2026) demi fokus menjalani pengobatan medis akibat gangguan kesehatan jantung yang diidapnya.
Pernyataan resmi itu disampaikan langsung oleh Nanik setelah berpamitan dan mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Nanik mengungkapkan, kondisi fisiknya mengharuskan ia segera terbang ke luar negeri untuk menjalani perawatan khusus serta mencari second opinion medis.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit ke Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan jantung di luar negeri."
"Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya," ujar Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026), dilansir TribunJakarta.com.
Mendengar alasan kesehatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa prihatin dan menyetujui pengunduran diri Nanik dari pucuk pimpinan BGN.
Kendati demikian, Kepala Negara tetap meminta Nanik untuk ikut memantau jalannya lembaga tersebut di masa mendatang.
Presiden berencana membentuk dewan pengawas khusus untuk BGN, di mana Nanik diproyeksikan bakal mengemban amanah sebagai ketua dewan pengawas.
"Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui. Namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN melalui dewan pengawas. Saya tetap berjuang dan mendukung penuh Pak Presiden," tegasnya.