Kintania Gadis asal Purworejo Jateng Ikuti Einstein Olympiad di Jerman dengan Biaya Mandiri
rival al manaf July 22, 2026 06:57 PM

TRIBUNJATENG.COM - Kintania Palita Arundati gadis asal Kabupaten Purworejo Jawa Tengah meraih medali emas pada ajang Einstein Olympiad Indonesia National Round 2026.

Capaian itu membuat ia berhak mengikuti kompetisi dengan level global di Jerman pada Desember 2026 mendatang.

Kintania Palita Arundati, siswa dari Rumah Belajar Ahli Berhitung (ALBRI) yang meraih emas dalam cabang matematika.

Baca juga: Kisah Pasutri Melewati Malam Tanpa Listrik Selama 20 Tahun di Semarang

Baca juga: Sidang Korupsi Bupati Pati Memanas Saat Saksi Ungkap Peran Tim Delapan

Ibu Kintania, Dinar Septi, mengatakan, berkat pencapaian tersebut, Kintania akan mewakili Indonesia pada ajang yang sama yang akan berlangsung di Jerman pada Desember 2026.

Pengumuman meraih medali emas tersebut disampaikan pada 19 Juni 2026 yang lalu.

"Olympiade nya dilakukan online, kemarin dilakukan dengan 3 device, jadi direkam semua pas lomba itu pada 13 Juni 2026 yang lalu," katanya.

Keberhasilan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan lembaga pendidikan tempatnya belajar, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di kancah internasional.

Dalam waktu dekat, Kintania bersama keluarganya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan keberangkatan, termasuk pengurusan paspor sebagai dokumen perjalanan menuju Jerman.

Ibu Kintania, Dinar Septi, mengatakan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi internasional tersebut ditanggung secara mandiri oleh masing-masing keluarga peserta.

Saat ini, keluarga tengah mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi sekaligus menghitung kebutuhan biaya perjalanan.

"Rencana berangkat bulan Desember. Saat ini kami sedang mengurus paspor. Untuk biaya akomodasi memang ditanggung sendiri dan diperkirakan sekitar Rp 20 juta untuk anak kalau sama orangtua ya dua kali lipatnya," kata Dinar saat dihubungi pada Rabu (22/7/2026).

Meski harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit, Dinar mengaku bangga atas pencapaian putrinya.

Menurut dia, kesempatan tampil di final internasional merupakan pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak.

Dinar mengungkapkan, Kintania telah mengikuti pembelajaran di ALBRI selama kurang lebih satu setengah tahun.

Selama mengikuti program tersebut, putrinya mendapatkan pelatihan yang menitikberatkan pada kemampuan bernalar serta teknik berhitung cepat menggunakan Metode Jari Aljabar.

Menurutnya, metode tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berhitung Kintania. Bahkan, materi yang dipelajari telah memperkenalkan konsep-konsep matematika yang umumnya diajarkan kepada siswa kelas IV hingga kelas V sekolah dasar.

"Metodenya lebih kepada penalaran dan hitung cepat. Sangat membantu karena materi seperti perkalian sudah dipelajari lebih awal, sehingga anak lebih siap mengikuti pelajaran di sekolah," ujarnya.

Ia menilai keberhasilan anak tidak terlepas dari peran orangtua dalam memberikan pendampingan selama proses belajar.

Baginya, konsistensi belajar setiap hari menjadi salah satu faktor penting yang membuat kemampuan anak terus berkembang.

"Yang terpenting adalah terus memberi semangat kepada anak. orangtua harus mendampingi belajar setiap hari, memberikan motivasi, dan tetap mendukung ketika anak mulai merasa lelah.

Dengan pendampingan itu, anak akan lebih percaya diri dan terus berkembang," ungkap Dinar.

Sementara itu, Pendiri ALBRI, Lilik Sufitriani, mengapresiasi kerja keras dan ketekunan Kintania hingga berhasil meraih medali emas pada ajang internasional tersebut.

Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil dari proses belajar yang disiplin, latihan yang berkesinambungan, serta dukungan penuh dari keluarga.

Lilik mengatakan keberhasilan Kintania menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara apabila memperoleh metode pembelajaran yang tepat dan lingkungan yang mendukung.

"Prestasi Kintania membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Kami bangga karena Kintania berhasil meraih medali emas dan berhak melaju ke final di Jerman.

Semoga ia dapat kembali mengharumkan nama Indonesia sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan tidak takut bermimpi besar," tutur Lilik.

Ia menambahkan, ALBRI akan terus berkomitmen mendampingi para peserta didik agar memiliki kemampuan berhitung yang kuat sebagai fondasi dalam mempelajari matematika.

Menurutnya, kemampuan berhitung yang baik tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga melatih daya pikir logis, konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah.

"Keberhasilan Kintania menjadi bukti bahwa kombinasi metode pembelajaran yang efektif, latihan yang konsisten, serta dukungan keluarga mampu mengantarkan anak Indonesia meraih prestasi di tingkat dunia," katanya.  (*)

Sumber: kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.