TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) secara resmi menggelar pembukaan Kongres IX SEMMI yang berlangsung di Ballroom Pusdiklat Lantas Polri, Banten, Selasa (21/7/2026).
Mengangkat tema besar 'SEMMI Satu Wujudkan Astacita', forum tertinggi organisasi kemahasiswaan ini dihadiri oleh ratusan delegasi mahasiswa dari seluruh Indonesia serta deretan tokoh nasional dan daerah.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan seni kebudayaan khas Banten, seperti Tari Banten Jawara oleh Sanggar Seni Satya Swastika, yang menyambut antusias para tamu undangan dan delegasi.
Rangkaian acara persidangan diawali dengan laporan dari Ketua Organizing Committee (OC) Kongres IX SEMMI, Fikri Firdauzi.
Dalam laporannya, Fikri menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengurus dari berbagai penjuru Tanah Air serta menegaskan komitmen persatuan dalam kongres kali ini.
"Alhamdulillah, Kongres IX SEMMI ini dihadiri oleh delegasi dari 28 Pengurus Wilayah dan 188 Pengurus Cabang se-Indonesia. Kami menegaskan bahwa soliditas dan persatuan adalah harga mati. Hanya dengan barisan yang rapat dan satu frekuensi, kita mampu melangkah bersama mewujudkan Astacita demi kemajuan dan kejayaan bangsa," kata Fikri.
Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, menyampaikan pidato arah gerak organisasi.
Bintang menekankan pentingnya menjaga warisan intelektual pendiri Syarikat Islam, H.O.S. Tjokroaminoto, serta bagaimana kader SEMMI harus merespons tantangan zaman.
"SEMMI merupakan wadah intelektual Syarikat Islam. Kita harus selaras dalam menghadapi tantangan zaman dan ketidakpastian global. SEMMI akan terus mengawal dan mendukung program-program strategis pemerintah demi pemerataan sosial, sembari tetap menjaga sikap kritis yang logis demi kepentingan rakyat," kata Bintang.
Baca juga: Dualisme Usai, SEMMI Perkuat Soliditas untuk Kawal Isu Keumatan dan Kebangsaan
Sebelum pembukaan resmi, Wakil Presiden Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam (LT SI), Abdul Wahab mengingatkan peran penting SEMMI sebagai anak kandung Syarikat Islam dalam menjaga ideologi Pancasila dan adab pergerakan.
"Saudara-saudara anggota SEMMI harus menjadi insan-insan akademis yang siap menjadi modal insani serta pemimpin bangsa di masa depan. Mengenai Astacita, poin perlindungan ideologi Pancasila adalah harga mati karena sejarah mencatat empat tokoh Syarikat Islam turut menandatangani Piagam Jakarta," ujar Abdul Wahab.
Puncak acara ditandai dengan Keynote Speech sekaligus Pembukaan Resmi Kongres IX SEMMI oleh Gubernur Banten, Andra Soni.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terpilihnya Banten sebagai tempat berkumpulnya para pemuda dan aktivis dari seluruh Indonesia.
Baca juga: Sintesis Gerakan SEMMI di Tengah Stagnasi Peran Pemuda Muslim
"Kongres hari ini bukan sekadar agenda rutin organisasi atau pergantian kepemimpinan semata. Lebih dari itu, Kongres SEMMI adalah arena konsolidasi pemikiran, evaluasi gerakan, dan perumusan arah juang mahasiswa Muslim Indonesia ke depan. Saya berharap forum ini melahirkan keputusan strategis yang membawa dampak positif bagi kemajuan umat dan bangsa," kata Andra Soni.
Pembukaan Kongres IX SEMMI secara resmi ditandai dengan pemukulan beduk di atas panggung oleh Gubernur Banten bersama Ketua Umum PB SEMMI, pimpinan Syarikat Islam, serta jajaran tamu VVIP.
Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama para kandidat pimpinan nasional SEMMI dan penutupan yang dimeriahkan oleh pertunjukan seni tradisional Debus Banten dari Kesti TTKKDH. Rangkaian persidangan Kongres IX SEMMI dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dari 21 hingga 24 Juli 2026.