Harga Karet di Musi Banyuasin Tembus Rp22.269 per Kilogram, Petani Bersyukur Tren Positif Terjaga
tarso romli July 22, 2026 08:27 PM

 

 

Baca juga: Jadi Penyelamat Dompet Petani, Harga Karet di OKI Melejit Tembus Rp19.500 per Kilogram

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Stabilnya harga karet dalam beberapa pekan terakhir disambut penuh syukur oleh para petani di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pada lelang terbaru, harga komoditas ini bahkan menembus angka Rp22.269 per kilogram.

Ketua Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Bayung Lencir, Akhip Muzaki, mengatakan bahwa harga karet di tingkat UPPB masih bertahan di atas Rp22.000 per kilogram.

Pada lelang terakhir, harga tertinggi tercatat mencapai Rp22.269 per kilogram di UPPB Mendis Sumber Makmur, sedangkan di UPPB Mekar Jaya mencapai Rp22.035 per kilogram.

"Jika melihat hasil lelang beberapa waktu terakhir, harga masih relatif stabil di kisaran Rp22 ribuan per kilogram. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Kami berharap kestabilan harga tetap terjaga agar petani bisa memperoleh pendapatan yang lebih optimal," ujar Akhip pada Rabu (22/7/2026).

Ia menambahkan, masih stabilnya harga karet saat ini tidak terlepas dari tingginya permintaan di pasar global.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga jual bahan olah karet (bokar) di tingkat UPPB yang tetap bertahan di kisaran Rp22.000 per kilogram.

"Permintaan karet masih cukup baik sehingga berpengaruh positif terhadap harga di tingkat petani. Selama permintaan tetap tinggi dan pasar stabil, kami optimistis harga karet dapat terus bertahan," imbuhnya.

Sementara itu, Suyanto, salah seorang petani karet setempat, mengaku bersyukur atas kondisi harga yang stabil ini.

"Alhamdulillah, harga karet sekarang stabil. Kami berharap kondisi ini terus bertahan, bahkan kalau bisa naik lagi supaya pendapatan petani semakin meningkat," ungkap Suyanto.

Meski demikian, ia berharap harga tersebut tetap terjaga mengingat biaya produksi dan kebutuhan hidup terus mengalami kenaikan.

"Jika tren ini terus bertahan, kami tidak terlalu pusing memikirkan modal berputar. Sebelumnya, harga sempat jauh di bawah standar sehingga kami harus memutar otak untuk menutupi biaya pupuk dan perawatan lainnya. Dengan harga yang stabil, kami sebagai penyedia sumber penghasilan utama keluarga menjadi jauh lebih bersemangat," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.