Kubu PB XIV Purbaya Sesalkan Rencana Pembukaan Paksa Dalem Ageng dan Keputren Keraton Solo
Putradi Pamungkas July 22, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menyesalkan rencana pembukaan paksa akses menuju Dalem Ageng dan Keputren dalam proyek Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Jawa Tengah. 

Menurutnya, langkah tersebut tidak perlu dilakukan apabila seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah.

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi program revitalisasi yang dijalankan pemerintah.

Ia hanya berharap proses pelaksanaannya dilakukan melalui dialog yang baik dengan seluruh keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta.

Kubu PB XIV Sayangkan Rencana Pembukaan Paksa

GKRP Timoer mengaku menyayangkan munculnya pernyataan yang menyebut akses menuju Dalem Ageng dan Keputren akan dibuka secara paksa.

Menurutnya, narasi tersebut terkesan bernada ancaman dan tidak mencerminkan semangat kekeluargaan.

“Kenapa harus selalu ada kata-kata seperti itu atau seolah ancaman paksaan kekerasan. Ini yang kami sayangkan. Kalau memang masih dianggap keluarga ayolah bicara bersama duduk bersama baik-baik,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai persoalan yang muncul seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi tanpa harus mengedepankan tindakan yang berpotensi memicu konflik.

DUKUNG REVITALISASI - Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, saat ditemui belum lama ini. Ia menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi proyek revitalisasi Kawasan Keraton Solo.
DUKUNG REVITALISASI - Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, saat ditemui belum lama ini. Ia menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi proyek revitalisasi Kawasan Keraton Solo. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Minta Komunikasi Lebih Baik dalam Revitalisasi Keraton Solo

Menurut GKRP Timoer, selama ini komunikasi antara Lembaga Dewan Adat (LDA) dengan pihaknya belum berjalan dengan baik.

Kondisi itu membuat berbagai persoalan terkait revitalisasi tidak pernah dibahas secara terbuka bersama seluruh pihak yang berkepentingan.

“Selama ini saya merasanya tidak ada komunikasi yang baik antara LDA dengan kami. Makanya sangat disayangkan seolah akan membuka paksa,” tutur GKRP Timoer.

Ia kembali menegaskan bahwa kubu PB XIV mendukung revitalisasi Keraton Solo selama prosesnya berjalan sesuai aturan dan melibatkan semua pihak melalui musyawarah.

“Intinya sebenarnya dari pihak kami tidak akan menghalangi pemerintah. Kita senang bisa bekerjasama dengan pemerintah tapi dengan koridor benar toh tujuannya kebaikan keraton,” jelasnya.

Baca juga: Tak Diajak Rembugan, Kubu Purbaya Tegaskan Tak Akan Halangi Revitalisasi Keraton Solo

Berharap Persoalan Diselesaikan Lewat Musyawarah

GKRP Timoer berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog untuk menyelesaikan persoalan yang muncul selama proses revitalisasi berlangsung.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus mendukung upaya pelestarian Keraton Kasunanan Surakarta sebagai warisan budaya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.