Hujan di Palembang Hari Ini Rabu 22 Juli Apakah Hujan Buatan? Begini Penjelasan BMKG
Refly Permana July 22, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - BMKG menyebut hujan deras yang mengguyur Palembang, Rabu (22/7/2026) siang dan berlanjut malam hari ini terjadi karena faktor perpaduan dinamika atmosfer dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer, hujan terjadi karena dampak Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial terpantau aktif di Sumatera Selatan.

Dampaknya membuat aktivitas konvektif di wilayah Sumatera Selatan, sehingga berpotensi meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar Sumatera Selatan turut mendukung peningkatan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer.

Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembapan udara yang relatif tinggi pada lapisan bawah hingga menengah, serta kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga sedang, terutama pada periode siang hingga malam hari.

Baca juga: BMKG: Cuaca Sumsel Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, Suhu Terasa Hingga 39 Derajat

"Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan lingkungan atmosfer yang cukup mendukung pertumbuhan dan perkembangan awan konvektif, sehingga berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Siswanto menjawab pertanyaan Sripoku.com, Rabu (22/7/2026).

Siswanto menambahkan, selain dukungan dinamika atmosfer tersebut, pada periode yang sama juga dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pelaksanaan OMC diarahkan untuk mengoptimalkan awan potensial hujan yang telah terbentuk secara alami, melalui penyemaian bahan semai pada awan target yang memenuhi kriteria operasional.

Dengan demikian, OMC memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi awan yang tersedia agar peluang terjadinya hujan dapat meningkat, baik dari sisi efektivitas proses presipitasi maupun distribusi hujan pada wilayah sasaran dan daerah di sepanjang pergerakan awan.

"Kalau hanya satu faktor saja yakni faktor dinamika atmosfer atau faktor operasi modifikasi cuaca saja, peluang hujan di Sumsel khususnya Sumsel saat ini masih sangat kecil karena masih kemarau," tambahnya.

Siswanto mengatakan hari ini dilakukan sorti tiga kali penerbangan modifikasi cuaca untuk membuat hujan.

Baca juga: Hujan di Lahat dan Muara Enim, Palembang Cerah Berawan, Cuaca Sumsel Hari Ini Prakiraan BMKG

Sorti 1 dengan sasaran Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin; sorti 2 dengan sasaran Kabupaten Ogan Komering Ilir; dan sorti 3 dengan sasaran Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Berdasarkan hasil pemantauan selama operasi, khususnya di sekitar Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir, terpantau pertumbuhan awan potensial hujan yang cukup baik.

Awan-awan tersebut menjadi salah satu target penyemaian karena memiliki karakteristik yang mendukung proses modifikasi cuaca.

Berdasarkan hasil pengamatan arah dan kecepatan angin pada lapisan yang relevan terhadap pergerakan awan, massa udara dan awan dari wilayah sasaran terpantau bergerak secara umum ke arah barat laut.

Dengan pola pergerakan tersebut, sebagian awan yang berkembang di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir berpotensi bergerak menuju Kota Palembang dan wilayah sekitarnya.

Dalam perjalanannya, awan yang telah berkembang maupun yang telah dilakukan penyemaian masih dapat mengalami proses pertumbuhan dan pembentukan presipitasi mengikuti kondisi atmosfer yang dilaluinya.

Dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang memang cukup mendukung serta adanya kegiatan penyemaian pada awan potensial, hujan yang terjadi di Palembang dan sekitarnya merupakan hasil interaksi antara proses atmosfer alami dan perkembangan awan yang berada pada jalur pergerakan dari wilayah sasaran OMC.

"Kegiatan OMC dalam hal ini berpotensi memberikan kontribusi dalam mengoptimalkan proses presipitasi pada awan yang telah tersedia," tutup Siswanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.