Cerita Mahasiswa Penerima Bantuan Sepeda dari BEM Unri, Aby Kini Kayuh Sepeda ke Kampus
M Iqbal July 22, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Di halaman belakang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri), Rabu (22/7/2026) deretan sepeda tampak berdiri rapi. Bagi sebagian orang, sepeda mungkin hanya alat transportasi sederhana. Namun bagi Aby Fabian Aditya, sepeda itu adalah awal dari harapan baru.

Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unri yang akrab disapa Aby itu tak mampu menyembunyikan senyumnya ketika namanya diumumkan sebagai salah satu penerima bantuan sepeda melalui program Semai Niaga Arah Berperan dan Arah Roda Berdaya yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (BEM Unri).

Sepeda yang diterimanya berasal dari sumbangsih para donatur yang ingin membantu mahasiswa agar tetap dapat menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Bagi Aby, bantuan itu jauh lebih berharga daripada sekadar kendaraan.

"Saya berterima kasih. Dengan adanya sepeda ini saya sangat terbantu untuk kuliah dan bekerja. Sepeda ini akan saya pakai selamanya. Ini akan menjadi hak milik saya," ucapnya penuh syukur.

Perjalanan hingga menerima bantuan itu tidak datang begitu saja. Saat BEM UR membuka pendaftaran program, Aby segera mengisi formulir yang disediakan. Setelah itu ia mengikuti proses wawancara untuk melihat kondisi calon penerima manfaat.

"Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu penerima manfaat," katanya.

Di balik senyum sederhana itu, tersimpan kisah perjuangan yang tidak ringan.

Perjuangan Keluarga

Aby berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ibunya sehari-hari berjualan untuk menghidupi keluarga, sementara komunikasi dengan sang ayah sudah lama terputus. 

Sebagai anak sulung dengan dua adik yang masih membutuhkan perhatian, ia memahami bahwa kuliah bukan hanya soal mengejar gelar, tetapi juga tentang bertahan dan membantu keluarga.

Karena itu, di sela-sela perkuliahan, Aby bekerja di sebuah kedai kopi di kawasan Sukajadi, Pekanbaru. Gaji yang diterimanya sekitar Rp500 ribu setiap bulan. Uang itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus membantu ibunya.

Sebelum memiliki sepeda sendiri, perjalanan menuju tempat kerja selalu bergantung pada kebaikan teman.

Ia meminjam sepeda motor milik temannya dengan syarat sederhana, yakni mengisi bahan bakar sekitar Rp15 ribu setiap kali digunakan.

Kini keadaan itu berubah. Ia tidak lagi bergantung kepada siapa pun.

Dengan penuh percaya diri, Aby akan mengayuh sepedanya menuju kampus setiap pagi, lalu melanjutkan perjalanan ke tempat kerja saat jadwal kuliah usai.

Tak sedikit pun ia merasa malu

Justru sebaliknya, ia mengaku bangga karena akhirnya memiliki kendaraan hasil dari kepedulian banyak orang.

Baginya, setiap kayuhan pedal menjadi pengingat bahwa masih banyak orang yang percaya pada mimpi mahasiswa yang sedang berjuang.

Program yang mengubah langkah Aby tersebut merupakan salah satu kegiatan sosial BEM Universitas Riau. Selain menyerahkan bantuan sepeda, BEM UR juga menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) serta bantuan modal usaha bagi mahasiswa melalui program pemberdayaan UMKM.

Jumlah penerima BLT sekira 30 orang, penerima sepeda 20 orang dan bantuan UMKM sekira 7 orang.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman belakang Gedung FISIP Universitas Riau dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Riau Prof. dr. Hermandra, anggota DPD RI Daerah Pemilihan Riau Arif Eka Saputra, Dekan FISIP Universitas Riau Meyzi Heriyanto, Ketua BEM Universitas Riau Azhari, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Riau Wan Muhammad Hasyim, serta mahasiswa dan pengurus BEM.

Ketua BEM Universitas Riau Azhari mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap mahasiswa yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dalam hal transportasi maupun modal usaha untuk menunjang kehidupan selama kuliah.

Menurutnya, BEM Universitas Riau ingin memastikan setiap janji yang disampaikan saat proses pemilihan kepengurusan benar-benar diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus berjuang menyelesaikan pendidikan.

Apresiasi juga datang dari pihak kampus dan alumni. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan FISIP, serta Ketua Umum IKA Universitas Riau berharap program-program sosial seperti ini dapat terus berlanjut karena bukan hanya membantu mahasiswa yang membutuhkan, tetapi juga membangun budaya kepedulian dan mengharumkan nama Universitas Riau melalui kegiatan yang berdampak positif.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Riau Arif Eka Saputra menilai program penyaluran sepeda, BLT, dan bantuan UMKM menjadi jembatan yang baik untuk memperkuat kepedulian terhadap mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya didorong untuk fokus menyelesaikan kuliah, tetapi juga diberi kesempatan menjadi pribadi yang mandiri dan produktif. Ia berharap mahasiswa yang mulai bekerja atau merintis usaha sejak bangku kuliah kelak mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

Bagi Aby, semua harapan itu kini dimulai dari dua roda.

Setiap kali pedal dikayuh, ia tidak hanya sedang menempuh perjalanan menuju kampus atau tempat kerja. Ia sedang mendekatkan diri pada cita-citanya, membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dan di jalan-jalan Kota Pekanbaru, sepeda sederhana itu akan terus melaju, membawa seorang mahasiswa yang memilih untuk tetap tersenyum, bekerja keras, dan percaya bahwa masa depan bisa diraih, satu kayuhan demi satu kayuhan.

(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.