Pengangkatan Sudaryono Jadi Kepala BGN Dinilai Munculkan Kepercayaan Publik dan Nol Korupsi
Garudea Prabawati July 22, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat hukum Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta, Hafid Zakariya, menilai pengangkatan Sudaryono sebagai pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

Ia menilai, wajah baru di BGN yang berasal dari berbagai latar belakang dapat memperkuat kredibilitas BGN, terutama dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hafid menyebut wajah baru BGN dinilai lebih segar dan memiliki komposisi yang lebih lengkap dibanding sebelumnya.

Menurutnya, unsur pimpinan yang berasal dari berbagai institusi dapat memperkuat tata kelola lembaga.

"BGN punya wajah baru, yang lebih fresh, dan menurut saya lebih komplit. Ada dari kejaksaan, ada dari mantan Wakil Menteri, Pak Sudaryono, dan juga ada dari kesehatan, ada yang dari BPK, dari Inspektorat," kata Hafid saat dihubungi redaksi Tribunnews dari kantor Tribunnews Solo di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026).

Dengan komposisi tersebut, Hafid berharap BGN mampu menjadi lembaga yang semakin kredibel serta menerapkan tata kelola yang bersih dari praktik korupsi.

"Kita punya harapan bahwa BGN ini menjadi lembaga yang lebih kredibel, lebih baik, tentu dalam nol korupsi. Sehingga dengan wajah-wajah yang baru ini, maka menurut saya akan muncul trust publik," jelasnya.

Baca juga: Adu Riwayat Pendidikan Nanik S Deyang dan Sudaryono, Mantan dan Kepala Badan Gizi Nasional

Selain tata kelola, Hafid juga menyoroti pelaksanaan program MBG. Ia berharap penyaluran program dilakukan secara tepat sasaran dengan mengutamakan sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan.

"Kita juga berharap untuk pemberian makan bergizi gratis ini, itu sekolah-sekolah yang memang sangat membutuhkan. Utamanya misalkan sekolah-sekolah swasta bonafit yang punya orang-orang kaya, menurut saya tidak perlu diberikan lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, dosen Uniba Surakrata ini menekankan pentingnya keterbukaan BGN terhadap kritik dan masukan masyarakat. Ia menilai partisipasi publik perlu dijadikan bagian dari mekanisme evaluasi agar kinerja lembaga terus mengalami perbaikan.

"BGN harus punya karakter, sifat terbuka atas kritik dan memberikan ruang kepada publik untuk memberi masukan yang sebanyak-banyaknya, kemudian menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja BGN untuk ke depan," ucap pungkasnya.

Jabatan Kepala BGN telah resmi diemban oleh Sudaryono yang menggantikan posisi Nanik S Deyang.

Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026).

Sudaryono diangkat sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 78/P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Ia mengaku jabatan Kepala BGN adalah amanah yang besar karena di dalamnya terdapat program makan bergizi gratis (MBG).

"Ini suatu amanah besar karena memang program makan bergizi gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka," ucap Sudaryono.

Sebelumnya, Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

(Tribunnews.com/Rakli/Taufik Ismail)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.