Respons Kapolrestabes Ledakan Rumah Mewah di Polonia Dikaitkan Isu Persaingan Bisnis
Salomo Tarigan July 23, 2026 05:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Insiden ledakan rumah yang terjadi di Komplek Grand Polonia, di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) kemarin masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Akibat peristiwa ledakan yang menghancurkan rumah tiga lantai ini, sedikitnya enam orang menjadi korban.

Tiga di antaranya meninggal dunia. 

Sejauh ini, tim gabungan menyebutkan ledakan eksplosif ini diduga kuat akibat terjadinya kebocoran gas bumi yang tersalurkan ke rumah tersebut.

Dari proses identifikasi dan olah TKP sejak awal mula kejadian hingga hari ini, Selasa (22/7/2026) tim masih tetap menemukan indikasi adanya gas metana yang menjadi penyebab ledakan ini. 

Namun, pasca kejadian ini warganet dikagetkan dengan munculnya isu adanya indikasi insiden ini dikarenakan adanya faktor lain.

LEDAKAN RUMAH MEWAH - Tim gabungan kembali melakukan olah TKP lanjutan terkait insiden rumah mewah yang meledak di Komplek Grand Polonia, Kota Medan, Rabu (22/7/2026). Dari identifikasi hari ketiga ini, Bid Labfor Polda Sumut menemukan bukti adanya tiga terminal gas metana yang ada di rumah tersebut.
LEDAKAN RUMAH MEWAH - Tim gabungan kembali melakukan olah TKP lanjutan terkait insiden rumah mewah yang meledak di Komplek Grand Polonia, Kota Medan, Rabu (22/7/2026). Dari identifikasi hari ketiga ini, Bid Labfor Polda Sumut menemukan bukti adanya tiga terminal gas metana yang ada di rumah tersebut. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Seperti yang terlihat dari salah satu platform Media Sosial (Medsos) membuat narasi jika kasus ini minim kemungkinan disebabkan karena adanya kebocoran gas. 

Dalam unggahan pemilik Medsos itu, mulanya berisikan keterangan foto dengan ucapan duka mendalam bagi pemilik rumah yang diduga merupakan kerabat dekatnya.

Namun, di unggahan selanjutnya tampak postingan foto kondisi rumah disertai adanya keterangan yang mengarah kepada salah satu kelompok. 

KORBAN RUMAH MELEDAK - Menjelang petang, di hari kedua pencarian korban ledakan rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir.
KORBAN RUMAH MELEDAK - Menjelang petang, di hari kedua pencarian korban ledakan rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Namun, hingga saat ini belum terkonfirmasi apakah memang adanya dugaan persaingan bisnis antara korban dengan kelompok lainnya. Ketika ditanya perihal hal ini ke pihak kepolisian,

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan pihaknya tak bisa menjelaskan isu ini. 

Saat ditemui usai olah TKP lanjutan, Calvijn mengungkapkan sejauh ini pihaknya masih berfokus untuk mencari kepastian penyebab ledakan.

Katanya, sampai saat ini dari hasil olah TKP masih menyatakan jika ledakan ini terjadi akibat detonasi gas metana. 

"Di sini kami yang melakukan investigasi. Faktanya pertama tadi sudah dikatakan adanya kebocoran gas yang ada di dalam TKP. Besok kami akan melakukan lanjutan olah TKP dengan menggunakan beberapa bantuan alat tambahan. Kita akan mengurut terkait dengan pipa-pipa yang lain," ujar Calvijn. 

Lebih lanjut, Calvijn mengungkapkan untuk kemungkinan-kemungkinan lainnya nantinya pihaknya yang akan mendalaminya.

Dirinya meminta semua pihak untuk bersabar, sembari menunggu hasil dari olah TKP lanjutan yang esok hari akan kembali dilakukan. 

"Untuk kemungkinan lainnya, biar nanti kami yang mendalaminya," pungkasnya.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.