Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA BANJAR – Seorang warga Kabupaten Subang, Sherly Ingga Setiawati, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Banjar, Rabu (22/7/2026).
Laporan itu dibuat sebagai respons atas tuduhan penipuan terkait pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya diarahkan kepadanya.
Sherly datang ke Mapolres Banjar didampingi suami dan kuasa hukumnya.
Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat melakukan penipuan karena pembangunan dapur MBG yang dipersoalkan telah selesai dibangun dan siap beroperasi.
Menurut Sherly, persoalan tersebut bermula pada Desember 2025. Saat itu, Mahdalena Aliani, yang dikenalnya sebagai marketing produk kosmetik miliknya, menyampaikan keinginan untuk membangun dapur MBG.
Baca juga: Dua Siswa Meninggal Kecelakaan, Disdik dan Polisi Edukasi Pelajar SMPN 8 Ciamis
Sherly kemudian membantu mewujudkan rencana tersebut dengan mencari lokasi hingga akhirnya pembangunan dilakukan di Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
"Pada Maret 2026 pembangunan dapur sudah selesai 100 persen dan tinggal menunggu operasional," ujar Sherly.
Di tengah proses pembangunan, kata dia, Mahdalena mengalami kendala pendanaan sehingga tidak dapat melanjutkan pembiayaan proyek.
Sherly mengaku akhirnya menuntaskan pembangunan dapur menggunakan dana pribadinya hingga total biaya mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Sementara dana yang masuk dari pihak Mahdalena disebut hanya sekitar Rp320 juta.
"Di tengah perjalanan Mahda tidak ingin melanjutkan dan meminta uang yang sudah masuk dikembalikan. Saya sampaikan menunggu dapur beroperasi," katanya.
Sherly menegaskan keberadaan bangunan dapur beserta seluruh sarana pendukung menjadi bukti bahwa proyek tersebut benar-benar dikerjakan.
"Kalau saya berniat menipu, tentu tidak akan ada dapur yang dibangun. Proses SPPG sudah selesai, tinggal menunggu operasional. Semua sarana dan pegawai juga sudah siap," ujarnya.
Ia mengaku memilih menunggu dapur beroperasi sebelum mengembalikan dana yang diminta karena tidak ingin menggunakan uang pribadi untuk menggantinya.
"Saya juga sudah mengeluarkan uang yang sangat besar untuk menyelesaikan pembangunan," katanya.
Sherly juga menyebut selama proses pembangunan dirinya beberapa kali membantu persoalan keuangan Mahdalena, termasuk membayar cicilan pinjaman bank yang sebelumnya diajukan untuk mendukung proyek tersebut.
Merasa nama baiknya tercemar akibat tuduhan penipuan yang beredar, Sherly memastikan akan menempuh jalur hukum.
"Saya tidak terima dituduh melakukan penipuan. Saya tidak akan mundur, tidak akan ada mediasi, dan tetap melaporkan dugaan pencemaran nama baik ini ke polisi melalui kuasa hukum saya," tegasnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Indra, orang kepercayaan Mahdalena, telah lebih dahulu melaporkan Sherly ke kepolisian terkait dugaan penipuan dalam proyek pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis tersebut.(*)