Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan...
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi investasi strategis bangsa melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan ramah anak guna menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita sayangi anak, lindungi mereka. Sebab anak-anak kita adalah pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya,” ujar Khofifah pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Surabaya, Kamis.
Khofifah mengatakan tema Hari HAN 2026, “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, mengandung pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, serta memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Menurut dia, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, terlindungi, sehat, dan berkembang sesuai potensi sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pemprov Jatim, lanjutnya, terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak melalui sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.
“Anak-anak yang hebat akan melahirkan Indonesia yang kuat dan hebat. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama,” katanya.
Khofifah mengingatkan tantangan yang dihadapi anak semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, perundungan, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.
Karena itu ia menilai diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Jadilah generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan inovatif. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.





