Trauma Berat Diculik 9 Hari ke Sumatera, Keluarga Wanita Cililin KBB Desak Polisi Tangkap MRSA
Ravianto July 23, 2026 12:36 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keluarga MN (23) mendesak pihak kepolisian segera menangkap MRSA (23), terduga pelaku penculikan terhadap MN.

MN adalah wanita asal Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dibawa paksa oleh MRSA ke Baturaja, Kabupatan Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan.

Lebih dari sepekan MN diculik meski kemudian dipulangkan ke Bandung pada Selasa (21/7/2026).

"Harapan keluarga kami, kalau pelaku bisa ditangkap mohon ditangkap," kata adik MN, Silma Azizah (19), Kamis (23/7/2026).

Bukan tanpa alasan, Silma mengaku khawatir akan ada korban lain kalau MRSA tidak ditangkap polisi.

Menurutnya, terduga pelaku harus memertanggungjawabkan perbuatannya hingga membuat kakaknya mengalami trauma.

Baca juga: Kronologi Pemulangan Korban Penculikan Asal Cililin, Pelaku Kabur Usai Turunkan MN di Leuwipanjang

"Ditangkap, supaya menghindari ada kejadian serupa terjadi lagi," ungkapnya.

Aksi penculikan terhadap MN terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang.

Saat itu, MN tengah keluar rumah untuk membeli minuman segar ditemani adik kecilnya inisial RM. 

Saat itulah, MN didatangi terduga pelaku MRSA.

MRSA kemudian memaksa MN dan RM naik sepeda motor yang kemudian dibawa ke Kota Bandung.

Tiba di Kota Bandung, MRSA memesan ojol untuk memulangkan adik korban ke Cililin, Bandung Barat. Saat itulah, dugaan penculikan itu diketahui pihak keluarga.

Dari keterangan polisi, MN dibawa MRSA ke Baturaja, OKU, Sumsel. 

Sekitar 9 hari berselang, MN dipulangkan oleh terduga pelaku. MRSA ditemani ibunya untuk memulangkan MN dengan bus.

"Jadi tadi sampai terminal itu sekitar jam 2 siang, cuma terduga dan pelaku ini turun sebelum terminal, lalu pergi," Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi Zainal Hidayat, Selasa (21/7/2026).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.