Ulah Keji Oknum Guru PNS Tanjungbalai: Tega Bawa Murid SD Yatim Piatu untuk Dicabuli Suami
jonisetiawan July 23, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan ratusan warga menggeruduk rumah pasangan suami istri di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, viral di media sosial.

Aksi tersebut dipicu dugaan keterlibatan pasangan itu dalam kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dalam video yang beredar luas, massa mendatangi rumah pasangan tersebut di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, pada Rabu (22/7/2026) malam.

Warga tampak meminta kedua terlapor keluar dari rumah untuk mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya.

Peristiwa itu menjadi sorotan publik setelah salah satu akun media sosial mengunggah rekaman situasi di lokasi. Video memperlihatkan aparat kepolisian berupaya menenangkan massa sekaligus mengevakuasi pasangan tersebut agar tidak menjadi sasaran amukan warga.

Baca juga: PNS di Medan Lompat dari Lantai 12, Disebut Panik Usai Ditekan Oleh 2 Wanita Perihal Uang 4,5 Juta

Guru Berstatus PNS Ikut Jadi Sorotan

Berdasarkan informasi yang beredar, perempuan dalam pasangan tersebut merupakan seorang guru sekolah dasar berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Ia dilaporkan ikut menjadi sorotan karena diduga memiliki keterkaitan dalam perkara yang kini sedang ditangani aparat penegak hukum.

Dugaan tersebut memicu kemarahan masyarakat, terlebih karena yang menjadi korban disebut merupakan seorang anak yang telah kehilangan orang tua.

Meski berbagai informasi beredar di media sosial, dugaan keterlibatan masing-masing pihak masih dalam proses penyelidikan dan belum diputus melalui proses peradilan.

Ilustrasi pelecehan - Seorang perempuan yang merupakan korban kecelakaan dirudapaksa pria kenalannya di Tulungagung.
Ilustrasi pelecehan. Ratusan warga mendatangi rumah pasangan tersebut di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, pada 22 Juli 2026 karena dugaan keterlibatan dalam kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak laki-laki. (ISTIMEWA)

Evakuasi Berlangsung Dramatis

Situasi di lokasi sempat memanas ketika aparat kepolisian berusaha mengevakuasi pasangan terlapor.

Suami terlapor berhasil lebih dahulu dimasukkan ke mobil patroli untuk diamankan ke Polres Tanjungbalai.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap istrinya berlangsung lebih sulit karena massa sudah lebih dulu mengerumuni lokasi. Polisi kemudian mengamankannya ke rumah warga sebelum akhirnya berhasil membawanya menuju Mapolres Tanjungbalai.

Setelah keduanya dibawa ke kantor polisi, warga masih bertahan di sekitar Mapolres untuk memastikan pasangan tersebut benar-benar diamankan.

Baca juga: Niat Hati Pasok Dapur MBG, Pengusaha Buah di Lampung Malah Apes Duit Rp170 Juta Digondol Oknum

Warga Mengaku Kecewa Penanganan Kasus

Salah seorang warga bernama Hendra mengatakan kemarahan masyarakat dipicu oleh anggapan bahwa laporan yang telah disampaikan sebelumnya belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Menurutnya, sebagian besar warga datang untuk meminta kepastian bahwa proses hukum benar-benar berjalan.

"Tadi masyarakat marah karena kasus yang sudah dilaporkan itu belum diproses sesuai harapan mereka," ujarnya.

Ia juga menyebut warga bertahan hingga larut malam di sekitar Mapolres Tanjungbalai untuk memastikan kedua terlapor telah berada dalam pengamanan polisi.

Polisi Amankan Situasi

Berkat pengamanan aparat kepolisian, situasi akhirnya dapat dikendalikan dan aksi massa tidak berkembang lebih jauh.

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tersebut kini berada dalam penanganan aparat kepolisian. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai penetapan status hukum para terlapor maupun hasil penyelidikan yang sedang berlangsung.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak serta perlunya penanganan hukum yang cepat, profesional, dan transparan agar memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.