TRIBUNJATIM.COM - Bek asal Spanyol, Mario Gila, menegaskan keputusannya menerima tawaran AC Milan tidak dipengaruhi status klub yang gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Menurutnya, tantangan membangun kembali tim justru menjadi daya tarik tersendiri.
Selain tertarik dengan proyek yang ditawarkan Milan, Gila juga mengungkapkan bahwa kehadiran pelatih Ruben Amorim berperan besar dalam pilihannya.
Ia bahkan mengaku sudah merasa betah bersama skuad I Rossoneri sejak mengikuti sesi pramusim.
Baca juga: Ruben Amorim Berperan Yakinkan Luka Modric Bertahan di AC Milan, Perpanjang Semusim Lagi
Gila adalah salah satu pemain baru yang sudah dipastikan akan membela Milan mulai musim 2026-2027.
I Rossoneri membeli bek asal Spanyol itu dari Lazio dengan harga 30 juta euro atau sekitar Rp613 miliar.
Milan tampaknya memandang Gila sebagai investasi jangka panjang karena pemain yang sempat dididik di akademi Espanyol dan Real Madrid itu diikat kontrak sampai 2031.
Dalam setahun terakhir, Mario Gila juga sempat dirumorkan diminati oleh PSG, Inter Milan, dan Napoli.
Berbeda dari Milan, tiga klub tersebut akan bermain di Liga Champions musim depan.
Biasanya, seorang pemain akan lebih memilih pindah ke klub yang akan mentas di level tertinggi kompetisi antarklub Eropa.
Namun, absennya I Rossoneri dari UCL musim depan tidak membuat Gila ragu untuk bergabung.
"Saya harus mengatakan bahwa mungkin sekarang bukan momen yang bagus untuk Milan," katanya merujuk pada pencapaian Il Diavolo Rosso musim lalu.
"Tetapi, saya menyukainya karena bergabung ke tim yang sedang menang tidak selalu memuaskan," lanjut Gila seperti dikutip dari MilanNews.
"Datang ke tempat di mana orang ingin membantu saya berkembang, saya menyukai tantangan ini."
"Saya pikir datang ke tempat seperti itu lebih terasa indah. Itulah alasan saya bergabung ke Milan."
Faktor Ruben Amorim sebagai pelatih baru Milan juga disebut Gila menjadi salah satu alasannya bergabung.
"Pelatih adalah salah satu orang yang mendorong saya untuk memilih tempat ini," tambah bek kelahiran 29 Agustus 2000 itu.
"Amorim dan saya sudah berbicara tentang pendekatan kami ke sepak bola, hal apa yang menjadi satu pemahaman di antara kami."
"Kami berbicara banyak tentang gaya permainannya, tentang apa yang pernah saya lakukan dengan gaya permainan yang berbeda-beda di bawah pelatih yang berlainan."
"Kami sedikit membandingkan ide, kami berdiskusi soal bagaimana kami memiliki cara berpikir yang sama tentang sepak bola."
"Kami punya pemikiran yang sangat mirip. Saya sangat bahagia. Saya membagi cara berpikir saya kepada pelatih dan dia juga menjelaskan bagaimana dia melihatnya."
Sudah mengikuti pramusim sejak 13 Juli lalu, Gila merasa langsung nyaman dengan lingkungan barunya.
"Saya sangat bahagia. Sejak datang, saya merasa sangat nyaman," ujar eks pemain Timnas U-21 Spanyol itu.
"Ini kelompok orang yang luar biasa, terasa seperti keluarga. Bahkan para staf, penjaga gudang, dan staf medis."
"Teman-teman setim saya sangat bagus. Saya sangat bahagia berada di tim seperti ini."
"Memang baru beberapa hari, tetapi saya merasa sangat nyaman dan rileks."
"Sekarang saya praktis telah menemukan sebuah rumah."
"Saya ingin menjalani pengalaman ini dan merasakannya seperti ini rumah saya sendiri," pungkasnya.