25 Latihan Soal HOTS Sosiologi Kelas 11 SMA Materi Bab 1 Masalah Sosial Kurikulum Merdeka
Siti Umnah July 23, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM - Memasuki materi Bab 1 Sosiologi Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka, peserta didik diajak untuk memahami dinamika kehidupan bermasyarakat melalui topik Masalah Sosial.

Dalam mata pelajaran Sosiologi Fase F ini, pemahaman tidak lagi berfokus pada hafalan definisi, melainkan menuntut kemampuan analisis kritis, penalaran kontekstual, serta pemecahan masalah (Higher Order Thinking Skills / HOTS).

Siswa dilatih untuk membedakan antara masalah pribadi (personal troubles) dan masalah publik (public issues), menganalisis akar penyebab disintegrasi, menelaah eksklusi sosial, hingga merumuskan upaya penyelesaian yang solutif.

Baca juga: Modul Ajar Deep Learning Sosiologi Kelas 11 SMA Materi Bab 1 Masalah Sosial Kurikulum Merdeka

Untuk membantu siswa berlatih secara mandiri maupun sebagai referensi bahan ajar bagi Bapak/Ibu guru di sekolah, berikut disajikan 15 Latihan Soal HOTS Sosiologi Kelas 11 SMA Bab 1 Materi Masalah Sosial lengkap dengan kunci jawaban:

(1) Berdasarkan pandangan Wright Mills, kondisi yang dialami oleh warga pemukiman padat di atas dikategorikan sebagai masalah sosial (public issues) karena...

A. Dirasakan oleh individu tertentu saja akibat ketidakmampuan beradaptasi

B. Disebabkan oleh kegagalan moral pribadi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan

C. Berasal dari perubahan struktur dan kebijakan pembangunan yang merugikan publik secara luas

D. Terjadi akibat adanya bencana alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia

E. Merupakan fenomena wajar dalam proses modernisasi masyarakat perkotaan

Kunci Jawaban : C. Berasal dari perubahan struktur dan kebijakan pembangunan yang merugikan publik secara luas

(2) Bentuk masalah sosial yang timbul akibat pertentangan kepentingan antara pengembang apartemen dan warga setempat pada wacana di atas bersumber dari faktor...

A. Biologis

B. Kebudayaan

C. Psikologis

D. Ekonomi dan Struktur Sosial

E. Demografis

Kunci Jawaban : D. Ekonomi dan Struktur Sosial

(3) Analisis sosiologis yang paling tepat untuk menjelaskan mengapa fenomena judi online tersebut telah memenuhi kriteria sebagai masalah sosial adalah...

A. Mengganggu kestabilan keuangan keluarga pelaku secara personal

B. Menimbulkan dampak destruktif secara meluas pada tatanan moral, ekonomi, dan kesehatan mental generasi muda

C. Merupakan hobi baru yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital

D. Hanya merugikan perusahaan penyedia aplikasi permainan

E. Tidak memerlukan penanganan serius dari pemerintah daerah

Kunci Jawaban : B. Menimbulkan dampak destruktif secara meluas pada tatanan moral, ekonomi, dan kesehatan mental generasi muda

(4) Pemerintah daerah menerapkan kebijakan relokasi bagi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam pasar modern. Namun, sebagian besar PKL menolak karena pembeli menjadi sepi sehingga pendapatan mereka menurun drastis. Konflik sosial ini terjadi karena adanya perbedaan kriteria dalam memandang masalah sosial, yaitu...

A. Perbedaan norma kesopanan di antara kelompok pedagang

B. Kebijakan pemerintah dianggap tidak memiliki dasar hukum yang sah

C. Perbedaan sudut pandang antara efisiensi tata ruang kota (pemerintah) dan keberlangsungan ekonomi (PKL)

D. Adanya dorongan dari pihak luar untuk memboikot pasar modern

E. Ketidakmampuan pedagang dalam mengoperasikan alat pembayaran digital

Kunci Jawaban : C. Perbedaan sudut pandang antara efisiensi tata ruang kota (pemerintah) dan keberlangsungan ekonomi (PKL)

(5) Fenomena kecanduan gawai pada anak-anak usia dini sering kali memicu hambatan perkembangan emosional dan komunikasi sosial. Faktor utama penyebab masalah sosial ini termasuk dalam kategori faktor...

A. Ekonomis

B. Biologis

C. Psikologis dan Kebudayaan Digital

D. Geografis

E. Politik Lingkungan

Kunci Jawaban : C. Psikologis dan Kebudayaan Digital

(6) Dampak sistemik yang paling berpotensi memicu timbulnya masalah sosial baru dari peristiwa pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat otomatisasi adalah...

A. Penurunan harga bahan baku industri secara nasional

B. Meningkatnya angka pengangguran struktural yang berpotensi memicu kriminalitas

C. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap barang elektronik

D. Terjadinya penguatan solidaritas mekanik di antara sesama buruh

E. Berkembangnya sistem pendidikan vokasi secara mandiri

Kunci Jawaban : B. Meningkatnya angka pengangguran struktural yang berpotensi memicu kriminalitas

(7) Kelompok disabilitas sering kali mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas umum seperti trotoar, transportasi publik, dan gedung perkantoran. Dalam konteks sosiologi, kondisi terpinggirkannya kelompok ini dari akses publik disebut...

A. Inklusi Sosial

B. Integrasi Sosial

C. Eksklusi Sosial

D. Asimilasi Kebudayaan

E. Stratifikasi Berlapis

Kunci Jawaban : C. Eksklusi Sosial

(8) Salah satu teori sosiologi memandang bahwa masalah sosial terjadi ketika lembaga-lembaga sosial di masyarakat tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik untuk menjaga keseimbangan. Teori yang dimaksud adalah...

A. Teori Interaksionisme Simbolik

B. Teori Konflik

C. Teori Fungsionalisme Struktural

D. Teori Konstruksi Sosial

E. Teori Labelling

Kunci Jawaban : C. Teori Fungsionalisme Struktural

(9) Suatu kelompok pemuda mendapatkan stigma negatif atau sebutan "geng pembuat onar" dari warga sekitar. Karena terus-menerus dicap negatif, mereka akhirnya benar-benar melakukan tindakan menyimpang. Fenomena ini paling tepat dijelaskan melalui...

A. Teori Konflik Marxisme

B. Teori Pelabelan (Labelling Theory)

C. Teori Anomi Durkheim

D. Teori Perubahan Evolusi

E. Teori Pilihan Rasional

Kunci Jawaban : B. Teori Pelabelan (Labelling Theory)

(10) Tingginya angka kemiskinan di suatu daerah terisolasi disebabkan oleh minimnya infrastruktur jalan, akses pendidikan yang buruk, dan tidak adanya jaringan listrik. Jenis kemiskinan yang dialami masyarakat tersebut adalah kemiskinan...

A. Kultural

B. Struktural

C. Relatif

D. Subjektif

E. Aksidental

Kunci Jawaban : B. Struktural

(11) Kebiasaan masyarakat tertentu yang menganggap bahwa kemiskinan adalah takdir mutlak yang tidak perlu diubah, sehingga mereka enggan bekerja keras atau menuntut pendidikan lebih tinggi, dikategorikan sebagai...

A. Kemiskinan Struktural

B. Kemiskinan Absolut

C. Kemiskinan Kultural

D. Kemiskinan Sekunder

E. Kemiskinan Musiman

Kunci Jawaban : C. Kemiskinan Kultural

(12) Langkah-langkah strategis yang tepat dalam upaya pemecahan masalah sosial secara inklusif ditunjukkan oleh...

A. Menghimpun data, mengabaikan aspirasi marjinal, dan merancang program

B. Menghimpun data akurat, merancang pemberdayaan potensi lokal, dan melakukan evaluasi berkala

C. Mengabaikan aspirasi marjinal, merancang program, dan melakukan evaluasi

D. Menghimpun data akurat dan melakukan evaluasi berkala saja

E. Mengabaikan aspirasi marjinal dan merancang pemberdayaan potensi lokal saja

Kunci Jawaban : B. Menghimpun data akurat, merancang pemberdayaan potensi lokal, dan melakukan evaluasi berkala

(13) Dalam merespons maraknya tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, pendekatan preventif yang paling tepat dilakukan oleh pihak sekolah adalah...

A. Mengeluarkan siswa yang terlibat perundungan tanpa proses pembinaan

B. Membangun kampanye budaya empati, kesadaran keagamaan, dan layanan aduan aman bagi siswa

C. Memberikan hukuman fisik di depan seluruh peserta upacara

D. Mengabaikan laporan kecil perundungan agar tidak merusak nama baik sekolah

E. Menerapkan sistem pembelajaran daring secara permanen

Kunci Jawaban : B. Membangun kampanye budaya empati, kesadaran keagamaan, dan layanan aduan aman bagi siswa

(14) Alasan sosiologis mengapa korupsi tergolong sebagai masalah sosial yang berat dan destruktif adalah...

A. Hanya merugikan kas negara secara administratif

B. Dilakukan secara terorganisir oleh oknum yang memiliki kekuasaan sehingga merusak tatanan keadilan sosial

C. Tidak memengaruhi kehidupan rakyat kecil di pedesaan

D. Dapat diselesaikan dengan meminta maaf secara terbuka

E. Merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman kuno

Kunci Jawaban : B. Dilakukan secara terorganisir oleh oknum yang memiliki kekuasaan sehingga merusak tatanan keadilan sosial

(15) Pendekatan Collaborative Governance (tata kelola kolaboratif) dalam menyelesaikan masalah sampah di perkotaan melibatkan tiga pilar utama, yaitu...

A. Pemerintah, Organisasi Internasional, dan Investor Asing

B. Pemerintah, Sektor Swasta, dan Komunitas Masyarakat Lokal

C. Tokoh Adat, Aparat Kepolisian, dan Partai Politik

D. Lembaga Pemuda, Media Massa, dan Siswa Sekolah

E. Peneliti, Lembaga Survei, dan Influencer

Kunci Jawaban : B. Pemerintah, Sektor Swasta, dan Komunitas Masyarakat Lokal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.