Itera Kembangkan PhysioAnx, Alat Skrining Kecemasan
Daniel Tri Hardanto July 23, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan PhysioAnx, alat bantu skrining tingkat kecemasan berbasis respons fisiologis tubuh yang mampu mendeteksi dini kondisi kecemasan secara objektif, cepat, dan non-invasif.

Baca juga: Tangkap Peluang Energi Terbarukan, Itera Siap Sulap Singkong Lampung Jadi Bioetanol

Inovasi yang dikembangkan Program Studi Teknik Biomedis Itera tersebut kini memasuki tahap validasi implementasi melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Validasi Kebutuhan dan Kelayakan Implementasi PhysioAnx sebagai Alat Bantu Skrining Tingkat Kecemasan yang digelar di Gedung C Itera, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan itu menjadi bagian dari proses hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Rektor Itera, Elfahmi, mengatakan PhysioAnx diharapkan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata sekaligus menjadi langkah awal Itera menghasilkan produk teknologi kesehatan yang siap dihilirisasikan.

"Ini adalah sebuah langkah maju dan terobosan sebagai awal bagi Itera untuk menghasilkan lebih banyak inovasi," ujarnya.

Menurutnya, sejalan dengan semangat yang disampaikan Presiden Prabowo, kemajuan suatu negara ditopang oleh sains dan teknologi. 

Karena itu, hasil riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus diproduksi dan dimanfaatkan untuk mendukung layanan kesehatan.

Elfahmi menambahkan, teknologi sensor yang dikembangkan pada PhysioAnx juga berpotensi menjadi fondasi pengembangan berbagai perangkat biomedis lainnya di Itera.

PhysioAnx bekerja dengan mengukur detak jantung, suhu kulit, dan konduktansi kulit yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf otonom saat seseorang mengalami kecemasan.

Dalam waktu sekitar satu menit, sistem mengolah data fisiologis secara real-time untuk menghasilkan gambaran awal tingkat kecemasan sebagai informasi pendukung bagi psikolog, konselor, maupun tenaga kesehatan.

Meski demikian, PhysioAnx bukan alat diagnosis, melainkan perangkat skrining awal yang membantu proses pemeriksaan oleh tenaga profesional.

Ketua Peneliti PhysioAnx, Rudi Setiawan, menjelaskan inovasi tersebut mulai dikembangkan sejak 2024 bersama mitra industri PT Entri Jaya Makmur di Solo.

Menurutnya, FGD menjadi tahapan penting untuk memperoleh masukan dari calon pengguna agar penyempurnaan produk sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Pengembangan PhysioAnx merupakan kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat sebagai pengguna. Harapannya, inovasi ini tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga menjadi produk yang bermanfaat sebagai pendukung skrining kecemasan," kata Rudi.

Dalam proses pengembangannya, PhysioAnx telah diuji terhadap 275 subjek melalui 573 kali pengukuran menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebagai pembanding.

Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi, presisi, recall, dan F1-score di atas 96 persen dengan nilai Cohen's Kappa sebesar 0,932.

Capaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan validasi implementasi pada lingkungan yang lebih luas.

Plt Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera, Jabosar Ronggur Hamonangan Panjaitan, mengapresiasi pelaksanaan FGD sebagai wadah memperoleh masukan sekaligus membangun kolaborasi agar hasil riset dapat diimplementasikan secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala Pusat Implementasi Inovasi Itera, Deni Subara, mengatakan PhysioAnx merupakan salah satu inovasi dosen Itera yang memiliki potensi kuat untuk dihilirisasikan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

FGD tersebut menghadirkan psikolog, guru bimbingan dan konseling (BK) tingkat SMP dan SMA di Kota Bandar Lampung, konselor, serta pengelola layanan konseling perguruan tinggi.

Masukan dari para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyempurnakan desain alat, standar operasional, mekanisme penyampaian hasil, perlindungan data, hingga sistem tindak lanjut sehingga PhysioAnx siap diterapkan sebagai alat bantu skrining tingkat kecemasan di berbagai layanan.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.