BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekretariat Daerah resmi mengumumkan penutupan total ruas jalan Banjarmasin–Martapura di Jalan Veteran kawasan Sei Lulut, Banjarmasin Timur. Kamis (23/7/2026).
Penutupan dilakukan menyusul amblesnya jalan yang menyebabkan kerusakan struktur jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Surat Edaran bernomor 500.11/01500/DISHUB/2026 menetapkan penutupan berlangsung mulai 20 Juli hingga 10 Agustus 2026. Selama periode tersebut, dilakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan jalur bagi kendaraan kecil maupun besar.
- Kendaraan kecil dialihkan melalui Jalan Pramuka, Komplek Rahayu, Sei Lulut (Kabupaten Banjar).
- Kendaraan besar/truk diarahkan ke Simpang 4 Sei Tabuk, Jalan A. Yani KM. 17, dan dilarang melintas di jalur Komplek Rahayu, Sei Lulut.
Baca juga: Warga Sungai Lulut Banjarmasin Ajukan Perbaikan Bangunan Imbas Jalan Ambles, Lurah Buka Suara
Baca juga: Pemilihan Kepala Desa Tambak Sirang Banjar Kalsel, Abdur Rahman Unggul Mutlak
Selain pengaturan jalur, Pemprov Kalsel juga mengeluarkan imbauan tambahan melalui Surat Edaran tertanggal 23 Juli 2026. Dalam edaran tersebut, masyarakat dan pengguna jalan diminta untuk,
- Menghormati warga sekitar yang terdampak padatnya arus lalu lintas di jalur alternatif.
- Saling menghargai sesama pengguna, lebih berhati-hati, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
- Mendukung sosialisasi melalui media sosial, spanduk, dan baliho di titik strategis agar perbaikan jalan berjalan lancar, tertib, dan aman.
Penutupan jalan utama ini diperkirakan berdampak signifikan terhadap arus transportasi antara Banjarmasin dan Martapura. Pemerintah meminta seluruh pihak untuk mematuhi aturan rekayasa lalu lintas demi keselamatan bersama.
Sementara di lokasi, aktivitas perbaikan terus berlangsung. Di bawah terik matahari siang, para pekerja turun ke area jalan rusak, menata batang galam, sementara satu unit alat berat juga sibuk melakukan pengerjaan.
Area benar-benar steril dari kendaraan. Petugas Dinas Perhubungan terlihat mengatur dan mengawasi arus lalu lintas. Area proyek sendiri hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dari warga sekitar.
"Ini dikaruk nih tanahnya, semoga lekas baik aja jalanan nah supaya nyaman buhan warga lewat. Usaha kada jalan nah sementara," ujar Dani warga sekitar.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)