BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Edo Ramon, alumni SMA Tunas Harapan Bangsa (THB) Pangkalpinang mengatakan THB bukan sekadar tempat menimba ilmu.
Tetapi, sekolah swasta yang pernah menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Pangkalpinang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Edo Ramon, merupakan alumni jurusan IPS angkatan 2007-2010.
Ia mengaku memilih bersekolah di SMA THB karena saat itu dikenal sebagai sekolah swasta terbaik di Pangkalpinang.
"Pada saat itu saya merasa SMA THB merupakan salah satu sekolah swasta terbaik di Kota Pangkalpinang," kata Edo Ramon kepada Bangkapos.com, Kamis (23/7/2026) di sela aktivitasnya.
Selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMA THB Pangkalpinang, Edo menyimpan banyak kenangan yang hingga kini masih melekat dalam ingatannya.
Satu di antaranya, paling berkesan, ketika dirinya dan teman-teman mendapat hukuman karena datang terlambat ke sekolah.
"Ada banyak momen lucu dan berkesan selama sekolah di sana. Kalau kami terlambat datang, kami dihukum membersihkan lingkungan sekolah bersama teman-teman oleh kepala sekolah," kenangnya sambil tersenyum, mengingatnya.
Tetapi itu semua hanya kenangan, yang tersisa dalam ingatan.
Sejak SMA THB resmi tutup pada 2020, Edo Ramon mengaku sangat menyayangkan hilangnya sekolah yang telah melahirkan banyak alumni dan prestasi itu.
"Sangat disayangkan sekolah yang sudah banyak menghasilkan alumni harus tutup. Padahal banyak prestasi yang sudah dihasilkan selama SMA THB masih ada. Harusnya mungkin bisa bertransformasi menyesuaikan perkembangan zaman dalam dunia pendidikan saat ini," harapnya.
Edo menambahkan, perasaan kehilangan semakin terasa setiap kali ia melihat bangunan sekolah yang kini telah berganti yayasan dan nama menjadi SMKS Muhammadiyah.
Meskipun beberapa ruang kelas masih berdiri, suasananya sudah jauh berbeda.
"Kalau melihatnya sekarang, rasanya seperti bernostalgia saat masih sekolah di sana. Tetapi kini hanya tinggal ruangan kelas yang telah berganti nama," katanya.
Bagian Perjalanan Hidup
Menurut Edo, SMA THB Pangkalpinang memiliki arti besar dalam perjalanan pendidikan dan kehidupannya.
Di sekolah itulah ia bersama teman-temannya dididik oleh para guru yang berpengalaman dan memperoleh banyak pelajaran yang berguna hingga sekarang.
"Menurut saya, THB menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya dan seluruh alumni yang pernah mengenyam pendidikan di sana. Kami belajar dan dididik oleh guru-guru yang berpengalaman serta memberikan kesan yang tidak akan terlupakan," kata Edo yang juga alumni Fakultas Hukum UBB ini.
Jika suatu hari diberi kesempatan untuk menyampaikan harapan bagi sekolah yang pernah membesarkannya, Edo berharap nama THB dapat kembali hadir di dunia pendidikan.
"Bila diberikan kesempatan, ada baiknya sekolah THB bisa dikembalikan lagi dan berkembang menyesuaikan perkembangan zaman serta kebutuhan pendidikan saat ini," harapnya.
Bagi Edo dan banyak alumni lainnya, meski nama THB telah berganti dan aktivitas belajar mengajar telah lama berhenti. Kenangan yang tercipta di balik dinding-dinding kelasnya akan tetap hidup.
"Coretan masa sekolah mungkin telah memudar. Tetapi kisah dan persahabatan yang lahir di sana akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup para alumninya," tutupnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)