BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 107 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bangka mengikuti Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional (UKKJ JF) Guru Tahun 2026.
Ajang penting untuk peningkatan karier dan mutu pengajaran ini digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di SMP Negeri 2 Sungailiat, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan strategis yang merupakan program resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini dibuka secara resmi untuk mengukur sekaligus memetakan kompetensi tenaga pendidik secara objektif sesuai standar nasional.
Kepala Bidang GTK Dindikpora Kabupaten Bangka, Alfian mewakili Kepala Dindikpora Thoni Marza, menegaskan bahwa Uji Kompetisi (Ujikom) ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan daerah.
"Hasil ujikom diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan, sehingga kualitas pembelajaran di satuan pendidikan semakin meningkat," kata Alfian.
Baca juga: Sembunyikan 27 Paket Sabu di Tumpukan Daun Kering, Pria 43 Tahun Diciduk Polres Bangka Tengah
Sebagai penanggung jawab penuh, Bidang GTK Dindikpora memastikan seluruh rangkaian acara mulai dari perencanaan, koordinasi satuan pendidikan, pendampingan peserta, hingga monitoring berjalan secara objektif, transparan, tertib, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Zainal Safitri, memaparkan data rinci mengenai antusiasme para pendidik dalam mengikuti ujian kenaikan jenjang jabatan fungsional tahun ini.
"Sebanyak 107 peserta terbagi ke dalam dua kategori perpindahan jenjang utama, dari guru ahli pertama ke ahli muda ada 24 orang baik SD maupun SMP. Dari guru ahli muda ke ahli madya sebanyak 85 orang SD dan SMP," ungkap Zainal.
Baca juga: Nasib Tiga Terdakwa Penyelundupan Timah Lintas Indonesia-Malaysia, Kini Dituntut 10-18 Bulan Penjara
Baca juga: Fakta Baru Sidang Lundup Timah Indonesia-Malaysia, Kirim Sinyal Senter ke Kapal Hantu Milik Pai
Zainal menambahkan, data komprehensif dari hasil analisis ujikom ini nantinya akan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memetakan kekuatan serta kebutuhan pengembangan kompetensi guru secara riil.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan strategis dalam merancang program lanjutan yang lebih terarah, seperti pelatihan khusus, pendampingan intensif, penguatan komunitas belajar, hingga program pengembangan profesional berkelanjutan lainnya.
"Melalui hasil pemetaan tersebut, pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan pembinaan yang lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, semua ikhtiar ini bermuara pada satu tujuan utama: meningkatnya mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kabupaten Bangka," harapnya.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)